TERBARU Covid-19, Hasil Studi Temukan Virus Corona Bisa Hidup Bertahan Selama 6 Bulan
Hasilnya pun mencengangkan karena hasil studi mengungkapkan bahwa virus ini bisa bertahan hidup hingga 6 bulan
TERBARU Covid-19, Hasil Studi Temukan Virus Corona Bisa Hidup Bertahan Selama 6 Bulan
POS KUPANG.COM -- Para ahli terus mempelajari mengenai Covid-19 atau virus corona
Upaya penelitian ini untuk mencari kelemahan virus yang sudah membunuh hampir 1 juta orang di seluruh dunia
Hasilnya pun mencengangkan karena hasil studi mengungkapkan bahwa virus ini bisa bertahan hidup hingga 6 bulan
Jurnal medis The Lancet, yang diterbitkan pada Jumat (8/1/2021) memaparkan bahwa gejala Covid-19 dapat bertahan hingga enam bulan.
Baca juga: Artis Cantik Korban Sriwijaya Air, Ada Firasat, Shinta Terus Tidur di Mobil & Tak Gairah ke Bandara
Baca juga: Roy Marten Akui Gading Hancur Setelah Gisel Mengaku soal Video Asusilanya: Gading Tersakiti, Pahit!
Baca juga: SAKSI MATA:SUARA Menggelar Saat Sriwijaya Air Menghujam Laut,Getarkan Kaca RumahWarga Pulau Lancang
Baca juga: PENDAPAT Pakar Penerbangan Asing Soal Kecelakaan Sriwijaya Air, Indonesia Dianggap Paling Buruk
Temuan ini berdasarkan pengamatan beberapa orang yang dirawat di rumah sakit karena terinfeksi Covid-19 pertama kali.
Mengutip NBC, studi tersebut berfokus pada 1.733 orang yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 di Wuhan, China, tempat virus corona pertama kali dilaporkan pada Januari hingga Mei 2020.
Sekitar tiga perempat pasien melaporkan gejala Covid-19 menetap sekira enam bulan setelah diagnonis awal mereka.
Lalu, 63 persen mengatakan, mereka masih mengalami kelelahan dan lemas otot.
Selanjutnya, 23 persen menyatakan kecemasan atau depresi dan 26 persen melaporkan kesulitan tidur.
"Analisis kami menunjukkan bahwa sebagian besar pasien terus hidup dengan setidaknya beberapa efek virus, setelah meninggalkan rumah sakit," papar Dr Bin Cao, penulis tudi dan Wakil Direktur Pusat Penyakit Pernapasan di Rumah Sakit Persahabatan China-Jepang di Beijing dalam pernyataan.
Dr Bin juga menyoroti kebutuhan pasien untuk perawatan pasca keluar dari rumah sakit.
Namun, studi ini adalah studi observasi, yang berarti tidak mungkin untuk menghubungkan gejala-gejala tersebut secara langsung dengan virus corona.
Untuk menunjukkan hubungan sebenarnya, penelitian perlu membandingkan hasil Covid-19 dengan mereka yang dirawat di rumah sakit dengan infeksi serupa, yang juga menyebabkan pneumonia.
"Saya ingin melihat data pasien yang dirawat dengan penyakit selain Covid-19 selama periode itu," ungkap Dr Hana El Sahly, Profesor virologi molekuler dan mikrobiologi di Houston