PDAM Belu Kelolah Tujuh SPAM Tapi Air Tidak Cukup

SPAM Tirta, Weoe, Weitu, Haekrit, Wekiar, Bautasik dan Silawan dengan kapasitas terpasang mencapai 200 liter per detik. 

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Direktur PDAM Kabupaten Belu, Yun Koi Asa. 

PDAM Belu Kelolah Tujuh SPAM Tapi Air Tidak Cukup

POS KUPANG.COM| ATAMBUA---Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Belu mengelola tujuh SPAM atau Sistem Penyedian Air Mimum yang tersebar di beberapa di wilayah. Tujuh SPAM dimaksud yaitu, 

SPAM Tirta, Weoe, Weitu, Haekrit, Wekiar, Bautasik dan Silawan dengan kapasitas terpasang mencapai 200 liter per detik. 

Jumlah ini belum cukup memenuhi kebutuhan air minun bagi seluruh masyarakat Kota Atambua dan sekitarnya.

Hal ini disampaikan Direktur PDAM Kabupaten Belu, Yun Koi Asa yang ditemui Pos Kupang.Com, Kamis (7/1/2020). Yun Asa mengungkapkan, PDAM tidak bisa melayani semua warga di Kota Atambua atau di desa desa karena debit air yang tersedia terbatas. Untuk menambah produksi air mesti dibangun SPAM lebih banyak dan yang pihak yang berwenang membangun SPAM adalah pemerintah.

Menurut Yun Asa, di Kabupaten Belu ada sejumlah SPAM yang telah dibangun pemerintah sejak tahun 2017, 2018 dan 2019 namun tidak semua SPAM diserahkan ke PDAM untuk dikelolah. Seperti SPAM yang dibangun lewat program Sanitasi hampir semuanya belum diserahkan kepada PDAM. 

"Memang tidak semua SPAM yang dibangun itu diserahkan ke PDAM,  yang diserahkan ke PDAM itulah yang kami kelolah untuk dialirkan ke masyarakat", kata Yun Asa.

Menurut Yun Asa, selama ini, PDAM Belu memaksimalkan pengelolaan tujuh SPAM yang ada namun tetap tidak mencukupi karena ada beberapa SPAM yang debit airnya menurun bahkan kering pada musim kemarau panjang.

Seperti SPAM Lahurus memiliki debit 40 liter per detik namun diberikan kepada PDAM hanya 20 liter per detik sesuai dengan kesepakatan masyarakat setempat. Pada musim kemarau, debit air yang untuk PDAM masih mengalami penurun lagi sampai 12 liter per detik. 

"Beberapa sumber saat musin kemarau debit air menurun seperti pipa di Lahurus dipasang 8 dim dengan debit 40 liter per detik tapi masyarakat kasih 20 liter per detik sesuai kesepakatan. Pada musim panas mengalami penurunan lagi sampai 12 liter per detik", kata Yun Asa.

Selain SPAM Lahurus, lanjut Yun Asa, SPAM Tirta juga mengalami penurunan debit air bahkan kering pada musim kemarau panjang. Kondisi ini terjadi Agustus 2020.  Kemudian, SPAM Haekrit hanya bisa dimanfaat pada musim hujan seperti saat ini, sementara di musim kemarau tidak bisa dimanfaatkan. 

Ketika beberapa SPAM mengalami penurunan debit air maka dampak ikutannya adalah distribusi air ke pelanggan macet. Kata Yun Asa, ini fakta yang tidak bisa dipungkiri dan PDAM tidak bisa menambah debit dari SPAM yang sudah ada, kecuali ada penambahan SPAM baru untuk dikelolah PDAM. 

Yun Asa mengatakan, jumlah pelanggan PDAM Kabupaten Belu saat ini sebanyak 6.832 yang dikategorikan sebagai pelanggan aktif dan pelanggan pasif. Pelanggan aktif sebanyak 3.211 dan sisanya sekitar 3.000 lebih adalah pelanggan pasif. Pelanggan pasif adalah pelanggan yang berada di wilayah ketinggian 
yang dulunya dilayani PDAM namun sekarang sudah tidak terlayani karena keterbatasan debit air seperti di wilayah Sesekoe, Wekatimun, Haliren dan Lolowa. 

Tarif progresif air PDAM di Kabupaten Belu sebesar 3.750 per meter kubik. Tarif progresi adalah pemberlakuan tarif sesuai dengan tingkat pemakaian air minum.

Baca juga: Persebaya Minta PSSI Putuskan Status Kompetisi dan Realistis Soal Lanjutan Liga 1 2020, Simak INFO

Yun Asa berharap, pemerintah baik, pusat, provinsi mapun kabupaten terus membangun SPAM-SPAM baru  sehingga bisa melayani warga Kota Atambua, kecamatan dan desa-desa yang belum terlayani air PDAM saat ini. (Teni Jenahas). 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved