China Seperti Sembunyikan Rahasia Besar, Bos WHO Marah Besar Gegara Tim Ahlinya Diusir Negeri Panda
Asal usul virus corona yang hingga kini sudah membunuh sekitar 1 juta orang di seluruh dunia masih meninggalkan misteri
China Seperti Sembunyikan Rahasia Besar, Bos WHO Marah Besar Gegara Tim Ahlinya Diusir Tingkok
POS KUPANG.COM -- Asal usul virus corona yang hingga kini sudah membunuh sekitar 1 juta orang di seluruh dunia masih meninggalkan misteri
Negera China yang disinyalir sebagai sumber penyakit yang mematikan itu hingga kini juga menolak mengakui asal virus yang awal mula ditemukan di Wuhan , Provinsi Hubei China
Tim dari WHO yang hendak melakukan penyelidikan pun diusir oleh pemerintah China
Direktur Jenderal (Dirjen) Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkapkan kemarahannya pada China.
Baca juga: Pernah Jualan Ayam Goreng di Jalan, Selvi Ananda Makin Cantik Nan Sederhana Meski Mantu Presiden
Baca juga: Puput Nastiti Devi Makin Cantik Saat Pakai Baju Couple dengan Ahok Bikin Terkesima, Kata Netizen?

Hal itu diungkapkan setelah pihaknya masih tak diizinkan untuk datang ke Wuhan
Padahal kedatangan tim ahli WHO itu bertujuan untuk menyelidiki asal-usul virus corona
Melansir Aljazeera, dua dari 10 anggota tim ahli internasional telah memulai perjalanan mereka ke China, tetapi masih belum diizinkan masuk, demikian keterangan Tedros pada jumpa pers virtual di Jenewa, Selasa (5/1/2021) sore.
"Hari ini kami mengetahui bahwa pejabat China masih belum memberi izin yang diperlukan bagi kedatangan tim di China," ujar Tedros, sembari menekankan bahwa WHO, China , dan negara transit telah bekerja sama dalam pengaturan itu.
Siapa saja tim ahli yang dikirim ke China?
Menurut Tedros, dia telah melakukan kontak dengan pejabat senior China.
"Saya jelaskan sekali lagi bahwa misi ini adalah prioritas WHO dan tim internasional. Saya yakin China telah mempercepat prosedur internal untuk penempatan sedini mungkin."
Tim ahli WHO dipimpin oleh Peter Ben Embarek, ahli penyakit hewan terkemuka WHO.
Dia seharusnya sudah masuk ke Wuhan ketika pertama kali virus corona merebak pada akhir 2019.
Dia seharusnya sudah mendalami epidemiologi, virologi, serta serologi manusia dan hewan dalam upaya mencari tahu asal dari virus.