Banjir Di Desa Tuasene Diduga Akibat Saluran Drainase Terlalu Sempit
Ketua DPRD TTS yang merupakan juga putra asli Tuasene, Marcu Mbau mengatakan, banjir yang melanda Desa Tuasene disebabkan oleh dua hal.
Penulis: Dion Kota | Editor: Rosalina Woso
Banjir Di Desa Tuasene Diduga Akibat Saluran Drainase Terlalu Sempit
POS-KUPANG.COM | SOE -- Diduga akibat saluran drainase di sepanjang jalan Desa Tuasene, Kecamatan Mollo Selatan terlalu sempit, menyebabkan banjir melanda Desa tersebut pada Jumat (8/1/2021).
Hujan Deras yang menguyur wilayah Desa Tuasene pada Jumat menyebabkan debit air tak mampu ditampung oleh saluran drainase sehingga meluap ke badan jalan dan pemukiman masyarakat.
Untuk diketahui pekerjaan jalan hotmix dan saluran drainase baru dikerjakan pada tahun 2019.
Ketua DPRD TTS yang merupakan juga putra asli Tuasene, Marcu Mbau mengatakan, banjir yang melanda Desa Tuasene disebabkan oleh dua hal.
Pertama, alur jalan air yang sebelumnya terbagi menjadi dua, saat pekerjaan jalan hotmix diubah menjadi satu dan di arahkan ke dalam saluran drainase. Kedua, saluran drainase yang dibangun terlalu sempit.
Debit air yang besar tak mampu ditampung di dalam saluran drainase sehingga meluap ke badan jalan dan pemukiman masyarakat.
" Dulu saat pekerjaan jalan itu, masyarakat sudah minta agar salurannya diperlebar sehingga tidak terjadi banjir. Tapi dari pihak pengawas menjamin jika saluran tersebut sudah cukup dan tidak akan terjadi banjir. Namun kenyataannya lain," ungkap Marcu kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu (9/1/2021).
Akibat banjir tersebut, beberapa rumah warga terendam air bercampur lumpur. Selain itu, padi hasil panen masyarakat juga terendam air. Material bahu jalan yang menggunakan sertu kali juga banyak yang terbawa air saat banjir terjadi.
Untuk mencegah banjir tak lagi terjadi dikatakan Marcu, alur jalan air harus dikembalikan seperti semula. Selain itu, saluran drainase harus diperlebar guna mampu menampung air hujan.
Dirinya juga berharap pihak rekanan yang mengerjakan jalan tuasene bisa memperbaiki bahu jalan yang rusak akibat banjir.
Baca juga: Bagian Tubuh Manusia Ditemukan di Kepulauan Seribu, Misteri Hilangnya Pesawat Sriwijaya Air Terkuak
Baca juga: Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta Pontianak Hilang Kontak, Simak Keterangan Kemenhub Live Kompas TV
" Saya sudah sampai hal ini kepada Bupati, Dinas PUPR dan pihak rekanan. Saya berharap segera ada aksi di lapangan sehingga banjir tidak berulang lagi. Kasihan, masyarakat yang paling menderita jika banjir berulang lagi. Bahu jalan yang rusak akibat banjir juga kita harapkan bisa segera diperbaiki," pintanya. (Laporan Reporter Pos-Kupang. Com, Dion Kota)