Berita Lewoleba Terkini
Syahbandar Lewoleba Minta Survei Kolam dan Jeti Apung Sebelum Kapal Pelni Sandar
Pemerintah Kabupaten Lembata Provinsi NTT melalui Sekda, Paskalis Ola Tapobali mengeluarkan surat kepada PT.Pelni cabang Larantuka dengan Nomor : TUK.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM-LEWOLEBA-Pemerintah Kabupaten Lembata Provinsi NTT melalui Sekda, Paskalis Ola Tapobali mengeluarkan surat kepada PT.Pelni cabang Larantuka dengan Nomor : TUK. 553/21/AP/1/2021 pada hari Selasa, 5 Januari 2021perihal pembukaan akses transportasi laut bagi kapal penumpang PT. Pelni untuk bersandar di Pelabuhan Laut Lewoleba.
Surat Sekda Paskalis Ola Tapobali perihal pembukaan askes transportasi mendapat tanggapan Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Lewoleba, Kabupaten Lembata, Provinsi NTT, Jhon Ola.
Pihak Syahbandar Lewoleba mengatakan pembukaan akses transportasi laut bagi kapal Pelni dengan tujuan Pelabuhan Laut Lewoleba Sebelumnya harus di lakukan survei oleh distrik navigasi kelas II Pelabuhan Kupang terkait kecelakaan kapal Shimpo di pelabuhan laut Lewoleba.
“Terkait surat dari Pemerintah Daerah terkait dibukanya akses transportasi bagi kapal Pelni, prinsipnya saya setuju dan mendukung, tetapi harus di ingat kapal Pelni yang masuk di Lewoleba ini cukup besar, usul saya harus di lakukan survei ulang kerangka kapal beserta muatannya yang tenggelam di pelabuhan Lewoleba tahun lalu,” ungkap Jhon Ola kepada wartawan, Kamis (7/1/2021).
“Memang benar oleh salah satu perusahaan saat itu telah melakukan pembersihan kerangka dan muatan kapal, menurut mereka sudah bersih, tetapi saya sarankan untuk beroperasinya kembali kapal Pelni maka usul kami harus dilakukan pembersihan dan survei ulang agar terjamin keselamatan pelayarannya," tandasnya.
Dijelaskan, pihak pihak Syahbandar Lewoleba juga menunggu respon PT. Pelni terkait surat pemerintah daerah. “Kalau respon pihak Pelni menjamin keselamatan, ya silahkan, tetapi dari kami harus melakukan survei ulang,” ungkap Jhon Ola.
Pihak Syahbandar Lewoleba juga menyampaikan bahwa ada permintaan dari nahkoda kapal Pelni bahwa harus dibersihkan kolam dan alur disekitar pelabuhan Lewoleba.
“Ada permintaan dari kapten kapal agar di sekitar pelabuhan Lewoleba harus dibersihkan, termasuk jeti apung yang ada karena sangat mengganggu olah gerak kapal saat sandar di pelabuhan Lewoleba,” ujarnya.
Ia juga berharap agar sebelum beroperasinya kapal Pelni Ke Lewoleba maka perlu adanya rapat kordinasi bersama dinas teknis, juga terkait penerapan protokol kesehatan di pelabuhan laut Lewoleba perlu ada tindak lanjut dari gugus tugas COVID-19 Kabupaten Lembata.
Area lampiran
Baca juga: Pedangdut Meggy Diaz Tuliskan Goodbye di Media Sosial, Goodbye, Apakah Ini Pertanda ?
Baca juga: MENGEJUTKAN Pengakuan Ketua DPRD Dalam Sidang Mantan Walikota Kupang Jonas Salean KasusKaplingTanah
BalasTeruskan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/jeti-apung-yang-berada-di-pantai-harnus-lewoleba.jpg)