Berita Kota Kupang Terkini
Ini Fokus Pemerintah Kota Kupang di Tahun 2021
Kami juga bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi yang membantu peralatan kebersihan. Bagaimana menata sistem pengangkutan sampah yang ada di kota Kup
Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, menyampaikan perhatiannya terhadap kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Kupang. Menurutnya, selama ini korban meninggal akibat DBD selalu bertambah setiap tahunnya, untuk itu beliau meminta agar jajarannya memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini.
Diperlukan langkah-langkah efektif dalam penanganan DBD, antara lain menyediakan serbuk abate oleh Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk dibagikan ke kelurahan-kelurahan. Selain itu, tiap Camat dan Lurah agar terus bersinergi dengan para RT dan RW masing-masing untuk terlibat penuh dalam penanganan masalah ini.
Ia mengatakan akan memberlakukan sanksi tegas bagi jajarannya yang mengabaikan perintah tersebut. Lebih jauh, bahkan Walikota mengusulkan akan menangguhkan dana insentif bagi RT dan RW yang wilayahnya terdapat warga meninggal akibat DBD.
Selanjutnya, upaya mengatasi dampak kekeringan dan pemenuhan kebutuhan air bersih melalui penyelenggaraan sistem pengelolaan air minum (SPAM) Kali Dendeng. Ada penandatanganan nota kesepahaman antara Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR RI terkait pengelolaan SPAM Kali Dendeng dengan anggaran Rp 189 Miliar dan waktu pengerjaan tahun jamak. Tahun depan juga akan dilanjutkan dengan pembangunan SPAM Air Sagu dengan total anggaran Rp 75 Miliar.
Pada 2020, telah dipasang 1.800 lampu jalan dan trotoar berstandar nasional dan pengerjaan proyek penataan koridor 3, boulevard di kelurahan LLBK dan Penataan Ruang Terbuka Hijau di depan Aston Hotel.
Selain itu juga dpenyaluran bantuan sosial, bantuan pendidikan dan perlengkapan sekolah, program bedah rumah serta bantuan uang muka perumahan bagi pemuka agama di Kota Kupang.
Mengenai penataan air bersih di Kota Kupang, Jefri menyampaikan air bersih menjadi sangat mahal di Kota Kupang. Untuk itu perlu terobosan, salah satunya terkait sumber air baku di Oepura, Air Hitam dan beberapa titik air baku di Kota Kupang yang perlu mendapat tambahan dana penanganan dari Pemerintah Kota Kupang yang dilaksanakan oleh Dinas PUPR Kota Kupang dan PDAM Tirta Bening Lontar Kota Kupang. Selain itu, Pemerintah Kota Kupang berencana menyediakan sekitar 500 tandon air melalui BPBD Kota Kupang bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga menyampaikan ada satu program baru Pemerintah Kota Kupang untuk membantu masyarakat yang menghadapi persoalan hukum. Bantuan tersebut berupa fasilitasi mediasi hukum bagi masyarakat yang tidak mampu dan sedang menghadapi proses hukum. Program ini mengacu pada Peraturan Jaksa Agung nomor 15 tahun 2020, yaitu memberikan hak kepada jaksa penuntut umum (JPU) untuk menghentikan penuntutan terhadap terdakwa dalam kasus-kasus tertentu apabila pihak-pihak yang terlibat sudah sepakat berdamai
Pada 2021, Pemerintah Kota Kupang memfokuskan pada empat poin penting. Paling utama, Pemerintah akan menyelesaikan persoalan air bersih. Saat ini sedang dibangun ipal kali dendeng dengan total Rp 389 miliar yang dubangun dalam dua tahap. Tahap pertama dikerjakan rencananya selesai pada akhir Desember 2021 dengan 300 liter air per detik.
"Proses ini memakan waktu lama, tidak tiba-tiba. Tapi menjalani kajian berkali-kali dan juga diskusi. Dengan ini kami punya harapan besar air bersih di Kupang teratasi," kata Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore.
Dalam tahun depan juga, kata Jefri, akan dikerjakan air sagu dengan anggaran Rp 75 miliar. Pemerintah Kota Kupan mempunyai konsep untuk menata sumber-sumber air.
Ia menekankan pada Dirut Pdam Kota Kupang untuk serius menangani masalah ini. Memgatasi persoalan air bersih ini mengalokasikan anggaran yang cukup banyak diluar anggaran dari Pemerintah Pusat. Karena penganggaran untuk air Oepura, air hitam, dan spot-spot pribadi, termasuk kerja sama dengan Sinode, dan juga gereja gereja untuk disalurkan ke masyarakat dengan pembagian untuk pemilik sumber air, misalnya Rp 2.000 per liter per detik.
"Jadi kami minta mengusulkan ke Pemerintah Pusat air sagu bisa dibenahi tahun ini. Kami juga mengusulkan ke Pemerintah Pusqt untuk penyelesaian kali liliba," ujarnya.
Pada tahun depan, lanjutnya, kebersihan kota menjadi catatan penting. Dengan pimpinan yang baru menjabat di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota diharapkan ada perubahan besar dalam penataan kebersihan kota Kupang.
"Kami juga bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi yang membantu peralatan kebersihan. Bagaimana menata sistem pengangkutan sampah yang ada di kota Kupang dan sistem pembagian kerja," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/walikota-kupang-jefri-riwu-kore-oke-aman.jpg)