Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Senin 28 Desember 2020: Tiap Anak Punya Misinya

Yesus juga mau dibunuh saat masih anak kecil. Oleh siapa? Oleh Herodes, raja yang berkuasa, yang seharusnya melindungi semua warganya

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Renungan Harian Katolik, Senin 28 Desember 2020: Tiap Anak Punya Misinya (Matius 2:16-18)

Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD

POS-KUPANG.COM - Umumnya anak kecil disayang. Bukan saja karena lemah fisiknya, rapuh, tak berdaya, sangat tergantung pada orang dewasa dan cenderung dilindungi, tapi juga karena wajahnya yang polos, imut-imut; wajahnya enak dipandang. Tingkahnya yang lucu sering menggemaskan.

Namun ada saja anak kecil yang menjadi korban kekerasan dan kekejaman. Banyak berita menghiasi surat kabar atau disiarkan televisi tentang anak kecil yang disiksa dan dibunuh oleh manusia biadab.

Yesus juga mau dibunuh saat masih anak kecil. Oleh siapa? Oleh Herodes, raja yang berkuasa, yang seharusnya melindungi semua warganya, khususnya mereka yang tak berdaya termasuk anak kecil. Mengapa? Sebab Herodes, sang raja itu, sangat takut dengan kehadiran sang anak kecil, Yesus.

Herodes rupanya yakin bahwa Yesus adalah Mesias sebagaimana yang dinubuatkan. Itu berarti bahwa Yesus tentu akan menjadi saingan terberatnya. Yesus pasti akan menggoncangkan kedudukannya. Status quo-nya sebagai raja tentu terancam rontok.

Maka dari pada menunggu Yesus tumbuh menjadi besar lalu “mengkudeta”nya, mendingan Yesus langsung dihabisi saat masih anak kecil. Ia “menyuruh membunuh semua anak di Bethlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah” (Mat 2:16). Demikian catat Matius dalam injilnya.

Orang tua mana yang tidak tersedak dan menangis sedih menyaksikan kematian anaknya yang tak berdosa, apalagi Tuhan dengan kematian Yesus, buah hati-Nya, Putera-Nya.

Melalui nabi Yeremia, Allah pernah berfirman, “Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rachel menangisi anak-anaknya dan ia tak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi” (Mat 2:18).

Maka Allah bertindak. Allah tak mau Yesus, yang masih anak-anak itu dibunuh seenaknya oleh Herodes. Bukankah Yesus itu sudah ditentukan oleh-Nya ke dunia untuk menyelamatkan seluruh umat manusia?

Olehnya, hal penting ini layak untuk direnungkan secara lebih mendalam. Kita sering bilang anak itu titipan Tuhan. Itu memang benar. Berarti anak itu punya Bapa-nya, Bapa di surga.

Haruslah disadari bahwa anak yang diciptakan Allah mempunyai misi tertentu yang direncanakan Allah untuk diembannya. Tiap anak mempunyai misinya. Membunuh anak kecil seenaknya berarti melukai hati Allah.

Membunuh anak kecil, bukan saja menghabisi nyawanya, melainkan juga menyudahi misi anak itu yang sudah ditentukan oleh Allah baginya. Misi yang dilekatkan oleh Allah pada diri anak kecil, bukan sesuatu yang boleh seenaknya dihentikan apalagi dihilangkan.

Maka, pernahkah kita memandang anak kecil dari sudut misi yang dipercayakan Allah kepadanya untuk dunia ini? Mungkin ada anak yang telah dipersiapkan untuk membahagiakan orang tuanya, merawat orang tuanya di masa tua.

Ada anak yang telah direncanakan untuk menjadi pekerja di kebun anggur Tuhan, menjadi ini dan itu yang membawa berkat untuk sesamanya. Jangan pernah menyepelekan anak kecil, apalagi menghabisinya dengan alasan apa pun.*

Simak juga video renungan harian katolik berikut:

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved