TERKUAK, Vila di Semarang Jadi Tempat Latihan Teroris, Pemuda Cerdas Direkrut & Dilatih Bak Militer

Mulai dari latihan menguasai bela diri hingga persenjataan untuk menjalani simulasi penyerangan orang yang dianggap very very important person (VVIP).

Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com
Ketika Densus 88 membekuk para pelaku teroris di Indonesia. Pada Rabu 12/8/2020) juga Densus 88 tangkap 15 pelaku teroris yang terkait dengan ISIS di Jakarta dan Jawa Barat 

TERKUAK, Vila di Semarang Jadi Tempat Latihan Teroris, Pemuda Cerdas Direkrut & Dilatih Bak Militer

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Detasemen Khusus 88 (Densus 88) Antiteror Polri berhasil membongkar pusat pelatihan kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) di Semarang.

Tempat latihan khsusus para pemuda yang dijadikan sebagai teroris tersebut menggunakan sebuah vila berlantai dua di Semarang, Jawa Tengah.

Penemuan tempat latihan teroris tersebut, bermula ketika Densus 88 membongkar aktivitas terorisme di Jawa Tengah.

Mulai dari latihan menguasai bela diri hingga persenjataan untuk menjalani simulasi penyerangan orang yang dianggap very very important person (VVIP).

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, di pusat latihan tersebut sudah disiapkan beberapa pelatih untuk membentuk para anggotanya terampil dalam membela diri menggunakan pedang, penyergapan, hingga perakitan bom.

"Lokasi ini menjadi tempat pelatihan para generasi muda JI. Mereka dilatih bergaya militer dengan tujuan untuk membentuk pasukan sesuai dengan program yang dibuat oleh pemimpin jaringan ini (JI)," ujar Argo dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/12/2020).

Salah satu pelatih para teroris adalah Joko Priyono alias Karso.

Ilustrasi penangkapan terduga teroris
Ilustrasi penangkapan terduga teroris (KOMPAS/LUCKY PRANSISKA)

Ia ditunjuk sebagai pelatih oleh amir atau pemimpin JI, Parawijayanto.

Karso ditangkap pada 2019 dan telah berstatus narapidana dengan masa hukuman 3,8 tahun penjara.

Argo menyebut, sejumlah anak muda yang dilatih kelompok JI ini tergolong cerdas.

Mereka direkrut dari berbagai pondok pesantren. Jaringan tersebut menargetkan anak muda cerdas yang punya peringkat 1 sampai 10.

Pemuda ini disiapkan untuk dijadikan pemimpin masa depan JI.

"Tiap angkatan 10 sampai 15 orang dari Pulau Jawa dan dari luar Pulau Jawa. Total 95 orang yang sudah dilatih dan terlatih," kata Argo.

Argo menjelaskan, sejauh ini total sudah tujuh angkatan 96 anggota yang dilatih di sejumlah sasana yang tersebar di beberapa wilayah di Jawa Tengah.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved