Tuan Guru Bajang Singgung Amarah Umat Islam Saat Nabi Muhammad SAW Dihina, Sebut Nabi Isa
Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi atau yang biasa disapa TGB menyinggung soal amarah umat Islam saat ada yang mencoba menghina Nabi Muhammad SAW
Penulis: Hasyim Ashari | Editor: Hasyim Ashari
Tuan Guru Bajang Singgung Amarah Umat Islam Saat Nabi Muhammad Dihina, Sebut Nabi Isa
POS-KUPANG.COM - Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi atau yang biasa disapa TGB menyinggung soal amarah umat Islam saat ada yang mencoba menghina Nabi Muhammad SAW.
Ulasan tentang bagaimana menghormati para nabi itu disampaikan Tuan Guru Bajang di akun Instagram miliknya @tuangurubajang.
Berikut unggahan Tuan Guru Bajang.
Assalamualaikum warahmatullohi wabarakatuhu.
Sebagai muslim, beriman kepada para Nabi, memuliakan dan menghormati mereka adalah rukun iman.
Seorang muslim wajib memuliakan Nabi Isa alaihissalam, misalnya, seperti ia memuliakan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
Dalam Islam, penghinaan kepada Nabi, siapapun Nabi itu, adalah kejahatan yang sangat berat. Karenanya wajar Umat Islam marah saat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dihina dan dikarikaturkan.
Yang aneh, bagi para penghina itu, menghina Nabi dibolehkan dengan dalih hak asasi, tapi menghina satu kelompok tertentu dilarang dengan alasan ujaran kebencian.
Itulah wajah bopeng sekularisme : kebencian pada agama.
Disaat banyak pihak tengah sungguh-sungguh berjuang membangun dialog antar umat agar dunia menjadi lebih baik dan damai, provokasi seperti ini sangat berbahaya.
Kita harus tegas menolak dan melawan.
Suara Grand Syekh Al-Azhar Imam Ahmad Thayyeb mewakili umat Islam bahkan seluruh umat beragama :
"sikap anti agama akan membangun budaya kebencian dan rasisme serta menyuburkan terorisme".
Netizen pun ikut berkomentar:
@nurdin_86: dan aneh nya ada muslim yg biasa saja melihat nabinya dihina contoh teman bapak abu janda hehehe bagaimana bapak menyikapinya
@idham_t_a: Setuju pak . Kita menjunjung tinggi Kebebasan sampai dia bertemu dengan kebebasan lainnya yg tentu saja juga harus dijunjung tinggi sebagai hak pihak lain. Artinya tidak ada kebebasan yg absolut karena dia akan bersinggungan dengan kebebasan yg lainnya.
Umat muslim memilih kebebasannya dengan cara tidak memvisualisasikan nabi- nabinya siapapun itu . Hal itu seharusnya dihargai sebagaimana umat muslim juga menjunjung tinggi kebebasan dari umat lainnya.
Kemarahan seharusnya ditujukan kepada sebuah tindakan yg dianggap kriminal (dalam hal ini kasus pemenggalannya) namun bukan melebarkan sayapnya kepada kemarahan bagaiman sebuah umat beropini memilih kebebasannya
@bank.roytea: Penghinaan Terhadap Nabi tidak bisa di tolerir, seluruh umat Islam bersatu untuk menyuarakan prostes dengan cara yang bijak dan baik, bukan dengan cara turun ke jalan. Mungkin dengan cara petis
@andipeaceall: Semoga Tuan Guru juga bereaksi keras dengan maraknya penghinaan dan penistaan Islam di negeri kita sendiri ini
@rezki.lia: Bantu tolong omongin tuh sama presiden bapak, kok Rasullullah dihina diem
@wilsgran3d: Bener sekali , sikap anti agama akan membangun budaya kebencian dan rasisme , dan kejadian semacam itu banyak juga kejadian dj negeri kita
@rahmanroheem; Kenapa tak ada pengecaman dari pihak pemerintah indinesia,,,bukankah kita negri muslim terbesar,,,,,atau memang tak berdaya
@husniehafi: Tuan guru bajang memang jelas sikap keilmuannya , beliau sdh menyampaikan sesuai apa yg seharusnya
@yurismamalik:Untuk itu sikap toleransi antar umat beragama tetap slalu dijaga.
* Tuan Guru Bajang Singgung Ucapan Natal, Unggah Pertemuan Paus Fransiskus dan Pemimpin Tertinggi Al-Azhar
Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi atau yang biasa disapa TGB menyinggung soal ucapan Natal untuk ummat Kristiani yang merayakannya pada Jumat 25 Desember 2020.
Tuan Guru Bajang di akun Instagramnya @tuangurubajang, mengunggah pertemuan antara Pemimpin Tertinggi Al-Azhar Grand Syekh Prof Dr Ahmad Muhammad Al-Thayyeb menyampaikan selamat merayakan Hari Natal kepada Paus Fransiskus.
Berikut unggahan lengkap Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi:
Assalamualaikum warahmatullohi wabarakatuhu.
Pemimpin Tertinggi Al-Azhar Grand Syekh Prof. Dr. Ahmad Muhammad Al-Thayyeb menyampaikan selamat merayakan Hari Natal kepada Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi umat Katolik, dan kepada umat Nasrani di seluruh dunia".
Kepada para sahabat instagram yang tengah merayakan Hari Natal, saya mengucapkan selamat merayakan hari raya anda dalam aman, nyaman, damai dan tenang.
Ungahan Tuan Guru Bajang kemudian direspon sejumlah netizen. Berikut beberapa di antaranya:
@landersudiarto: Terimakasih Bapak, terus menjadi panutan kebaikan, kesatuan, rukun tanpa mencela.
@markuyi: Tapi Rasullullah shalallahu alaihi wasallam berserta para sahabat melarang nya pak, jadi siapa kah yang jadi panutan Antum pak???
@damayantidasuki: Alhamdulilah toleransi itu indah... Merry Xmas sahabat2 kuu..
@ekoadhihermawan: bagimu agamamu, bagiku agamaku
@nitaalfatah: Tidak mengucapkan BUKAN BERARTI TIDAK TOLERANSI..jgn terlalu kerdil memaknai kata TOLERANSI!!! Lakum Dinukum Waliyadi
@sutanarifnaposo: Rasulullah dalam haditsnya ada pernah mencontohkan Pak? Patokan kita Al Azhar atau Rasulullah ya?
@mad_berlimL: Takut mengucapkan Natal,tpi tidak Takut Meninggalkan Sholat, tidak menghormati kedua Orang Tua...seskakral itukah
@kiel_uwais: Mgkn bisa di fahami saudara² dari kutipan "selamat merayakan hari raya anda" Klo lbh di telaah dan di kaji lagi, mgkn saudara² netizen bisa menyimpulkn mksd nya
@ochied6384: Saya mah ikut ulama yg mengharamkan mengucapkan selamat hari raya natal
@tiar_gasta: Sebenarnya nggak diucapin pun nggak apa, kita yg merayakan tetap bahagia, karena dasar iman kita kasih. Terima kasih atas ucapannya. Kemaren mikir Bapak yg jadi mentri agama, karena respek dgn tutur kata dan pandangannya. Salam sehat dan berkah selalu Bapak dan keluarga
@khuraisi1: 4 madzab aja melarangkan ucapan itu, hati2 umat islam harus hati2 ini akhir zaman jgn salah mimilih umara atau guru. Biarpun dia pinter ahli agama tapi kalau menyambar2 ke hal aqidah abu2 tinggalkan. Kembali ke alquran dan sunnah
@hilwan007: assalamualaikum mohon maaf izin bertnya,apa kah kita sebagai muslim boleh mengucapakn selamat sperti yg guru ucapkn?
@subhan2704: Cntoh toleransi jngan yg jauh2 lah tadz, tuh liat aj khdupan toleransi keluarga felixsauw, itu cntoh nyata dr dlu, ustadz felix ga ucapin ke ortu nya dan tntenya gpp tuh mrk nya ngrt krn mrk ngrt ustadz felix sdng memegang tguh aqidah nya, dan mrk adem2 aj ko , mkan brsm d perayaan nya wlau ga ngucapin, hahh
@ilham_coustic: Harusnya menteri agama tuan guru bajang. Kan sama2 pendukung pak jokowi
@gilbertcarrington_: Terima Kasih Guru Semoga Tuhan memberi kita selalu kesehatan, damai sejahtera selalu
@trilesgianto.imora: Melempar subhat di tengah umat dgn cara posting syekh al azhar..
@__rio__27: Emang ukuran beragama tokoh Al Azhar.??? Jaman nabi Muhammad sudah ada natalan. Apakah nabi dan para sahabat mengucapkan juga.??? Menghormati ibadah orang lain ga harus mengucapkan. Cukup tidak mengganggu dan membiarkan mereka merayakan ibadah mereka
@muhammad.aiz.al.hafiz.official: Saya ikut ulama yang tidak ikut megucap kan selamat natal,,,,,,,,siapa yang ikut ulama yang megucapkan silah kan,,,,,,,,,,,,,untuk tahun depan postingan yang seperti ini bakal muncul lagi nihhhh
@irwanhamidspi: Ini saya suka dari ulama panutan saya.. (*)