Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Senin 21 Desember 2020: Gampang Percaya Karena Lemah, Sulit Dibohongi

Terpujilah Tuhan yang menciptakan satu makhluk mulia yang disebut wanita. Lebih mulia lagi ketika tiba saatnya ia disebut Ibu (Mama).

Editor: Agustinus Sape
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik, Senin 21 Desember 2020: Gampang Percaya Karena Lemah, Sulit Dibohongi
Dok Pribadi
RD. Frid Tnopo

Renungan Harian Katolik, Senin 21 Desember 2020: Gampang Percaya Karena Lemah, Sulit Dibohongi Karena Tulus (Lukas 1:39-45)

Oleh: RD. Frid Tnopo

POS-KUPANG.COM - Terpujilah Tuhan yang menciptakan satu makhluk mulia yang disebut wanita. Lebih mulia lagi ketika tiba saatnya ia disebut Ibu (Mama). Apa jadinya kita semua tanpa kehadiran seorang ibu.

Abraham Lincoln mengatakan: "All that I am and ever hope to be, I owe to my angel Mother - Untuk siapa diriku saat ini, dan harapanku di masa depan, aku berhutang pada ibu malaikatku. Jika ada yang dinamakan cinta sejati, maka cinta ibulah yang mampu mewakilinya.

Hari-hari terakhir menuju puncak perayaan Natal, refleksi Gereja tak bisa dipisahkan dari sosok halus gemulai, wanita sederhana dari desa Nazareth, namanya Maria. Dialah Ibu Yesus. Ia yang terpilih di antara wanita-wanita dunia tetapi tidak sombong; aku ini hamba Tuhan jadilah padaku menurut perkataan-Mu.

Dia yang menerima kabar gembira dari malaikat Gabriel tetapi merasa sedih juga karena membayangkan aneka derita yang akan dilaluinya; suatu pedang akan menembusi jiwamu sendiri, demikian ramalan Simeon.

Jika Yesus mau berterus terang kepada manusia, maka Ia akan mengatakan cinta sejati-Nya adalah Maria.

Bunda Maria adalah wanita istimewa karena Dia adalah rahim Geraja. Dari rahim istimewa inilah Kristus Tuhan Juru Selamat hadir ke dunia. Mengandung juru selamat tentu bukan persoalan gampang bagi Maria, namun Maria tetap percaya bahwa Allah akan memampukannya sejak mengandung Putera Allah hingga melahirkan gereja di bawah Salib sengsara Putera-Nya.

Sikap percaya Maria ini diakui oleh Elizabeth saudaranya: “Berbahagianlah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana. (Luk, 1:45).

Wanita karena kelemahannya maka ia selalu percaya, tetapi karena ketulusannya maka ia sulit dibohongi. Wanita yang berhati mulia akan selalu percaya kepada Tuhannya sekalipun dunia sekelilingnya terus mengecewakannya.

Sosok ibu adalah dia yang selalu percaya bahwa suaminya adalah penopang rumah tangga satu-satunya sekalipun dunia tahu bahwa suaminya adalah seorang pemabuk. Sosok ibu adalah dia yang selalu percaya bahwa anak-anaknya baik sekalipun banyak orang menghujat anak-anaknya karena nakal.

Ibu akan selalu percaya bahwa semua akan baik-baik saja selama dirinya baik-baik.

Sebagaimana rahim Maria adalah rahim Gereja maka sudah sepantasnya setiap rahim dalam keluarga adalah rahim gereja. Merekalah yang melahirkan gereja dan menumbuhkembangkannya. Gereja akan baik-baik saja selama rahim itu masih baik. Generasi yang takwa akan terus tumbuh jikalau rahim rumah tangga masih memelihara imannya dengan baik.

Maria dan Elisabeth adalah dua bersaudara yang hebat melahirkan gereja. Semoga ibu-ibu masa kini diberkati Tuhan untuk menjadi pewaris misi Elisabeth dan Maria serta wanita-wanita kudus yang dipuji dalam Kitab Suci. Tuhan memberkati. Salve.*

Simak juga video renungan harian katolik berikut:

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved