Uni Eropa Dukung World Vision Tangani Covid-19 Bagi Anak dan Keluarga Rentan
Uni Eropa Dukung World Vision Tangani Covid-19 Bagi Anak dan Keluarga Rentan melalui program Indonesia COVID-19 Pandemic Emergency Response (I-COPE)”
Penulis: Hermina Pello | Editor: Hermina Pello
Uni Eropa Dukung World Vision Tangani Covid-19 Bagi Anak dan Keluarga Rentan melalui program Indonesia COVID-19 Pandemic Emergency Response (I-COPE) di 6 daerah di Indonesia yakni DKI Jakarta, Kota Surabaya di Jawa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Sumba Timur di NTT serta Kota Ternate dan Kabupaten Halmahera Utara di Maluku Utara.
POS-KUPANG.COM – World Vision, dengan dukungan dana hibah dari Uni Eropa senilai
€1.647.000 atau Rp 28,9 miliar, hari ini meluncurkan proyek “Indonesia COVID-19 Pandemic Emergency
Response (I-COPE)”.
Proyek I-COPE ini diluncurkan hari ini Rabu 16 Desember 2020 melalui webinar dengan pembicara Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam H.E. Vincent Piket, CEO & National Director Wahana Visi Indonesia Dr. Doseba T. Sinay, MBA, Gubernur Maluku Utara K.H Abdul Ghani Kasuba, Lc , dan Kepala Pelaksana BPBD NTT Thomas Bangke, SE. M.Si
Proyek I COPE untuk memitigasi krisis kesehatan masyarakat dan mendukung pemulihan ekonomi
Proyek ini berfokus pada pencegahan penularan COVID-19 dan mengurangi dampaknya
terhadap anak-anak dan keluarga yang rentan.
Proyek ini menargetkan 90 desa di enam kabupaten/kota di Indonesia, yaitu DKI Jakarta, Kota Surabaya di Jawa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Sumba Timur di Nusa Tenggara Timur, serta Kota Ternate dan Kabupaten Halmahera Utara di Maluku Utara.
Proyek I-COPE akan menjangkau hingga 1,1 juta orang, dan secara khusus menargetkan 12.000 kelompok rentan, termasuk anak-anak, perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas yang berisiko tinggi tertular COVID-19 dan terkena dampak sosial ekonomi.
Proyek I-COPE akan berjalan selama 24 bulan dan bertujuan untuk meningkatkan upaya pencegahan penularan
COVID-19, menyediakan bantuan untuk pemulihan ekonomi yang berkelanjutan melalui inisiatif ekonomi mikro
dan Cash Voucher Program bagi masyarakat yang terdampak, meningkatkan akses masyarakat terhadap jaminann sosial, dan menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis.

Selain itu, proyek I-COPE akan memberikan pelatihan kepada enam organisasi masyarakat sipil terkait manajemen keuangan, kebersihan dan sanitasi, komunikasi risiko COVID-19, kesehatan mental dan dukungan psikososial, serta pencegahan misinformasi dan stigma sosial. Peningkatan kapasitas organisasi masyarakat sipil diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah target, terutama dalam pencegahan penularan dan penanganan pandemi.
“Pandemi COVID-19 yang masih terus berlangsung memperlihatkan pentingnya ketahanan masyarakat dalam
menghadapi berbagai perubahan yang terjadi. Kesejahteraan keluarga berpengaruh besar pada kesejahteraan
dan masa depan anak, oleh karena itu penting bagi kita semua untuk terus berkolaborasi membantu keluargakeluarga yang terdampak secara ekonomi selama pandemi COVID-19 agar anak-anak tetap mendapatkan haknya dan tetap dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,” ujar Direktur Nasional WVI, Doseba T Sinay.
"Pada prinsipnya kami dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara khususnya BPBD sangat merespon terhadap
program ini karena akan memperkuat koordinasi dan kerjasama dengan WVI yang telah terjalin selama ini.Dalam penanganan COVID-19, BPBD berada di garda terdepan sehingga kami sangat mendukung kegiatan
yang menjadi pilot project di 2 daerah yaitu di Ternate dan Halmahera Utara,” ujar Yunus Badar Kalak, Kepala
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara.
Dalam sambutannya, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia H.E. Vincent Piket menyampaikan bahwa Uni Eropa
bangga mendukung proyek I-COPE untuk mengatasi krisis kesehatan akibat COVID-19 serta mengurangi
dampak ekonomi dan sosial yang ditimbulkan bagi anak-anak dan keluarga yang rentan.
Proyek ini merupakan bagian dari paket “Team Europe” untuk membantu Indonesia menangani pandemi COVID-19. Bantuan yang diberikan oleh Uni Eropa dan negara-negara anggotanya sebesar €200 juta atau Rp 3,5 triliun. “Pandemi COVID-19 adalah krisis yang belum pernah terjadi dan menimbulkan risiko terhadap hak dan
keselamatan anak dan keluarga. Risiko tersebut hanya dapat diatasi melalui aksi solidaritas. Indonesia dan Uni
Eropa bekerjasama untuk mengatasi pandemi ini dan mengubah cara kita mengasuh dan berinvestasi pada
generasi muda,” tambahnya.
Hasil kajian cepat yang dilakukan oleh Wahana Visi Indonesia (WVI) terhadap dampak COVID-19 di Indonesia
menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 telah mempengaruhi perekonomian rumah tangga, terutama mereka
Proyek ini didanai oleh Uni Eropa yang mengandalkan sektor pertanian dan informal seperti Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai mata pencaharian utama. Sebanyak 35% responden menyatakan pendapatan mereka turun drastis sebesar 51%-75% akibat pandemi.
Melalui proyek I-COPE, diharapkan sebanyak 4.000 keluarga yang sumber pendapatannya terdampak COVID-19 dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka, dan sebanyak 1.800 keluarga diharapkan akan memiliki akses terhadap pembiayaan dan kegiatan ekonomi untuk meningkatkan pendapatan, serta akses terhadap jaminan sosial untuk perlindungan dalam situasi darurat.