Wamen Ingin Ngada Jadi Sentra Produksi Bambu di Indonesia
sentra produksi Bambu di Indonesia. Sehingga mulai saat ini masyarakat Ngada harus meningkatkan budidaya Bambu.
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
Wamen Ingin Ngada Jadi Sentra Produksi Bambu di Indonesia
POS-KUPANG.COM | BAJAWA --Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Alue Dohong mengunjungi Kabupaten Ngada, Selasa (15/12/2020).
Wamen Alue menginginkan agar Kabupaten Ngada menjadi sentra produksi Bambu di Indonesia. Sehingga mulai saat ini masyarakat Ngada harus meningkatkan budidaya Bambu.
Bambu yang ada sudah saatnya ditingkat produksinya. Selain itu bambu memiliki banyak manfaat dan penting bagi kehidupan, seperti akar tanaman bambu dapat berfungsi sebagai penahan erosi guna mencegah bahaya kebanjiran, hingga berperan menangani limbah beracun akibat keracunan merkuri, bagian akar inilah yang menyaring air terkena limbah melalui serabut-serabut akar, serta mampu menampung mata air sehingga bermanfaat sebagai persediaan air sumur.
Ia juga menjelaskan batang bambu baik yang tua maupun yang muda sangat berguna untuk berbagai keperluan, baik digunakan sebagai keperluan secara Tradisional seperti membangun rumah, mulai dari atap, dinding, peralatan dapur hingga alat musik tradisioal, begitupun dipergunakan sebagai bahan baku modern baik untuk kontruksi ataupun non kontruksi.
"Sekarang Labuan Bajo adalah destinasi pariwisata super prioritas di Labuan Bajo mestinya hotel-hotel, restoran-restoran nanti makai produk-produk dari bambu mejanya, di kamarnya dan lainnya," ujar Wamen Alue.
Ia mengataka pohon bambu memiliki manfaat ekologi hingga industri, secara ekologi tanaman bambu mempunyai fungsi seperti meningkatkan volume air bawah tanah, konservasi lahan, perbaikan lingkungan dan sifat-sifat bambu sebagai bahan bangunan tahanan gempa, khususnya wilayah rawan gempa, dan secara industri tanaman bambu sudah banyak di gunakan sebagai bahan baku baik secara tradisional hingga modern.
Bahan baku ini merupakan produk atau keseragaman sumber bahan baku industri, mengingat potensi kayu semakin langka, dan ini membutuhkan waktu yang panjang untuk rehabilitasi, sementara bambu pada umumnya hanya membutuhkan umur 4 – 5 tahun sudah dapat diolah kembali.
"Bambu diolah sedemikian rupa dengan kualitas tinggi dan sebagainya sekiranya sangat potensial yang akan mendapatkan keuntungan. Selama ini kan kita bikin rumah bikin kosen macam-macam dengan bambu yang cuma ditancap gini terus kita biarkan dia berkembang seperti ini. Bambu iitu bisa menjadi substitusi kayu yang luar biasa ke depan dalam bentuk ekonomi," tegasnya.
Ia menyebutkan bambu permintaannya tinggi di Korea Selatan dan Jepang karena ada subsidi bahan baku baik bahan energi dari fosil fiul yang tradisional seperti solar macam-macam menjadi energi yang berasal dari bambu.
"Sudah mulai sekarang menerapkan sebagian dari kombinasi dari kayu bakar mungkin bambu banyak potensi yang ke depan dan patut kita dukung saja. NTT dulu ini aja lah jadi sentra nasional. Bambu harus jadi souvenir kalau pariwisatanya internasional Labuan Bajo dan yang lainnya berkembang ini nilai tambah untuk lain-lainnya," ujarnya.
Ia mengharap agar bambu NTT produksi lebih banyak lagi dan terus meningkatkan budidaya bambu kedepan.
"Apa lagi kita tanam-tanam ke depan itu akan semakin bagus sama catatan saya mungkin pak bupati pak kehutanan tadi ada ya mungkin baru diinventarisasi juga yang ada sekarang berapa jumlah hektarnya. Kalau bisa ya potensinya dan seterusnya karena bapak Presiden itu kan orangnya detail nggak bisa minta ngomong kira-kira berapa. Harus lengkap dengan angka dengan petanya yang lengkap. Harapan saya pemerintah Provinsi, Kabupaten coba dibantu untuk melihat potensi yang sekarang ini dan kita mengembangkan ke depan," ujarnya.
Baca juga: KPU Malaka Gelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan hasil Pilkada
Baca juga: Program Akhir Tahun CSR BAF Peduli Caring for Children Sasar 15 Kota Termasuk Ende
Baca juga: Banjir Rendam Puluhan Rumah 3 Kelurahan di Sikka
Baca juga: Live Facebook, KPUD TTU Gelar Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Perolehan Suara Tingkat Kabupaten
Ia juga mengajak masyarakat NTT untuk gemar membudidaya bambu karena kualitas bambu NTT sangat bagus.
"Saya kira itu, mari kita jadikan NTT khususnya Kabupaten Ngada menjadi sentra bambu dan menjadi cita-cita serta mimpi kita, harus kita wujudkan cita-cita dan mimpi itu karena sudah ada potensi yang ada kita lihat sekarang," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/suasana-saat-tanam-bibit-bambu-di-ratogesa-kecamatan-golewa.jpg)