Sabtu, 11 April 2026

Ile Lewotolok Masih Terus Erupsi, Masa Tanggap Darurat Diperpanjang

Erupsi Gunung Api Ile Lewotolok kembali terjadi pada 14 Desember 2020. Setidaknya tercatat ada dua kali erupsi pada hari ini

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Penampakan Gunung Ile Lewotolok dilihat dari arah Desa Jontona, Ile Ape Timur, Minggu (6/12/2020) 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Erupsi Gunung Api Ile Lewotolok kembali terjadi pada 14 Desember 2020. Setidaknya tercatat ada dua kali erupsi pada hari ini yakni pada pukul 06:53 Wita dan 14.34 Wita.

Laporan KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok menyatakan, erupsi pertama dengan tinggi kolom abu teramati ± 1000 m di atas puncak (± 2.423 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 10 mm dan durasi ± 25 detik.

Lalu erupsi kedua pada pukul 14.34 dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur.

Baca juga: BEI Resmikan Galeri Investasi ke 500 di AKUB Effata Kupang

Saat ini Ile Lewotolok berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Ile Lewotolok dan pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas dalam zona perkiraan bahaya di dalam area kawah G. Ile Lewotolok dan di seluruh area dalam radius 4 km dari puncak/pusat aktivitas G. Ile Lewotolok.

Sementara itu, kepada Pos Kupang, Sabtu (12/12/2020), Sekda Lembata Paskalis Ola Tapobali memastikan pemerintah daerah memperpanjang masa tanggap darurat sesuai dengan status gunung yang dikeluarkan PVMBG. Status gunung msh pada level 3 atau siaga dengan rekomendasi sterilisasi wilayah-wilayab pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) dua.

Baca juga: BRI KC Bajawa Panen Hadiah Simpedes, Begini Kata Nasabah Peraih Mobil

"Sehingga tanggap darurat pun kita perpanjang. Masa tanggap darurat untuk status siaga selama 2 minggu ke depan. Namun bisa berubah ketika status gunung telah diturunkan ke level 2 atau waspada," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved