Pilkada Malaka
Cegah Kekacauan Kapolres Malaka dan Dandim Belu Bertemu Paket SBS-WT dan SN-KT
Cegah Kekacauan Kapolres Malaka dan Dandim 1605/Belu Bertemu Paket SBS-WT dan Paket SN-KT
Cegah Kekacauan Kapolres Malaka dan Dandim 1605/Belu Bertemu Paket SBS-WT dan Paket SN-KT
POS-KUPANG.COM - KAPOLRES Malaka AKBP Albert Neno dan Dandim 1605/Belu Letkol (Inf) Wiji Untoro menyambangi sekretariat pemenangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malaka. Keduanya bertemu Stefanus Bria Seran-Wendelinus Taolin ( Paket SBS-WT) dan Simon Nahak-Louise Taolin (Paket SN-KT).
Selain silaturahmi, pertemuan tersebut juga bertujuan meminta paslon bersama pendukung dan simpatisannya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pasca pelaksanaan Pilkada Malaka.
Baca juga: NEWS ANALYSIS Dr Rudi Rohi Dosen Undana Kupang Pengamat Politik: Implikasi Covid
Letkol Wiji mengatakan, ia dan Kapolres telah menemui dua Calon Bupati dan Wakil Bupati Malaka beserta tim pemenangan.
Dalam pertemuan itu, kata Letkol Wiji, diminta masing-masing pihak agar tetap menunggu hasil rilis real count KPU Malaka. Siapapun yang menang agar euforia kemenangan jangan disertai konvoi-konvoi di jalan sehingga menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
Baca juga: Istri dan Keluarga Jenguk Rizieq
"Kami dari TNI maupun Polri akan mendukung dalam menjalankan pemerintahan di Kabupaten Malaka, siapapun yang bakal menjadi pemenang Pilkada. Namun, kami tidak mendukung yang namanya kekacauan di wilayah Kabupaten Malaka," tandas Letkol Wiji kepada wartawan di Betun, Sabtu (12/12/2020).
Mantan Danyon 743/PSY ini mengingatkan kedua paslon beserta tim pemenangan dan pendukung untuk bisa menahan diri.
Paslon juga diminta tetap menjaga kondusifitas wilayah dengan tidak melaksanakan kegiatan yang berpotensi terjadinya kerawanan keamanan.
Sementara itu Kapolres Malaka AKBP Albert Neno melalui Kabag Ops Kompol Jance Seran meminta agar masing-masing paslon tidak melakukan pengumpulan massa maupun kegiatan lain yang melanggar hukum.
Menurut Kompol Yance, kunjungan ke sekretariat kedua paslon bertujuan untuk menjaga kondusifitas daerah, pencegahan konflik dan Covid-19.
Ia memahami bahwa masing-masing paslon memiliki penghitungan perolehan suara melalui hitung cepat (quick count), namun diharapkan menjadi konsumsi internal.
Kompol Yance menegaskan, yang menentukan kemenangan pada Pilkada adalah hasil putusan KPU malaka.
"Bagi yang merasa menang, agar tidak meluapkan kegembiraan dengan melakukan arak-arakan dan konvoi. Sebaliknya, bagi pihak yang merasa ada yang kurang dan menyimpang, dapat menempuh upaya hukum," ujar Kompol Yance. (yon)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pimpinan-polri-dan-tni-temui-kedua-paslon-di-malaka.jpg)