Breaking News:

Penanganan Covid

Kepala Dinas Kesehatan Senang Digandeng Plan Tangani Covid-19, Begini Komentar Retnowati

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang senang digandeng Plan International Indonesia tangani Covid-19, begini komentar drg Retnowati

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Retnowati 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang senang digandeng Plan International Indonesia tangani Covid-19, begini komentar drg Retnowati

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kasus Covid-19 yang terjadi di kota Kupang disebabkan karena bepergian ke restoran, pusat perbelanjaan, museum, lab, gedung bioskop yang memegang penularan sampai 16 persen. Kemudian ke tempat-tempat publik seperti tempat selfie taman bunga, 13 persen, lalu toko obat, tempat praktek, dua persen.

Kepala Dinas Kesehatan, Retnowati, mengatakan hal ini, pada kegiatan WISE Project Kick Off Workshop Plan International di Aula Rumah Jabatan, Jumat (11/12/2020).

Baca juga: Pius Weraman: Perilaku Masyarakat Dalam Pilkada Berpengaruh Pada Perkembangan Covid-19

Ia menyampaikan jumlah kematian di kota Kupang sudah 22 orang dan dari jumlah tersebut ribut dengan keluarga 16 orang.

Ia tegaskan selama Dinas kesehatan sudah memegang hasil positif apapun yang dituntutkan masyarakat tetap akan dipakai protokol kesehatan.

Baca juga: Saluran Irigasi di Lingko Coca, Manggarai Jebol Dihantam Longsor

Apabila ada lolos satu jenazah positif Covid-19 yang pemakamannya tidak menggunakan prokes covid maka Dinas Kesehatan dianggap lalai karena hukumannya pidana.

"Saya senang Plan menggandeng kita, ini penting. Karena energi kita habis untuk berkelahi. Saya takutnya Rumah Sakit yang sudah ditentang tidak mau merawat pasien lagi. Itu yang patut kita jaga. Jadi mohon dengan sangat diberikan pengertian kepada keluarga 3T dalam penerapan strategi covid, kalau sudah siap ditracing harus kooperatif apapun hasilnya kita harus diterima. Karena tingkat infeksi virus terbaca, jadi kalau Dinas Keseharan melalui kepala puskesmas isolasi mandiri harus dipatuhi," tuturnya.

Katanya, kalau sampai kelalaian pasien ini lolos satu representatifnya mengeluarkan 36 sampai 38 kontak per hari.

"Jadi selain prokes dan tempat kerumunan dihindari. Bila ada keluarga kedukaan dan jenazah, harus diberikan pemahaman. Dinas Kesehatan untuk apa ributan jenazah tapi karena punya kewajiban melindungi keluarga dan lingkungan dari pasien positif covid yang meninggal. Jadi tindakan tegas Satgas kota dan kepolisian semata-mata untuk itu, jangan sampai kita lalai dalam penatalaksanaan. Ini yang harus dipahami keluarga di kota Kupang," tuturnya.

Dikatakannya, Rumah Sakit ini sudah penuh. Total 681 dan masih 469 di Rumah Sakit. Kapasitas yang sebenarnya disiapkan untuk covid hanya 85, ternyata yang opname masih 260 lebih.

Artinya banyak pasien-pasien yang tidak dirawat di Ruang Isolasi khusus, terpaksa RS hqrus menutup akses poli-poli yang seharusnya bukan ruang isolasi menjqdi ruang isolasi.

Berikutnya, kejujuran. Semua harus jujur jangan sampai jadi bumerang. Misalnya ada positif satu orang menularkan ke dokter dan satu bangsal semuanya positif.

"Kenapa covid betul-betul harus ditangani teus dan harus kepedulian masyarakat yang cukup besar serta memberikan kontribusi berhasil tidaknya pandemi ini dalam waktu cepat atau lambat," ujarnya.

Catatan Redaksi:
Bersama-kita lawan virus corona. POS-KUPANG.COM mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 3M: Wajib memakai masker;
Wajib menjaga jarak dan menghindari kerumunan; Wajib mencuci tangan dengan sabun.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved