Penemuan Mayat di Mbay Nagekeo

BREAKING NEWS: Warga Mbay Temukan Mayat di Saluran Irigasi

Sejumlah warga Kota Mbay Kabupaten Nagekeo dihebohkan dengan penemuan mayat di saluran irigasi atau parit Rateule Kelurahan Lape

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
Dok. Polres Nagekeo
Ket: Suasana evakuasi jenazah di Parit Rateule Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Sabtu (12/12/2020) pagi. 

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Sejumlah warga Kota Mbay Kabupaten Nagekeo dihebohkan dengan penemuan mayat di saluran irigasi atau parit Rateule Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Sabtu (12/12/2020) pagi.

Kapolres Nagekeo AKBP Agustinus Hendrik Fai melalui Kasat Reskrim Polres Nagekeo, Iptu Mahdi Ibrahim membenarkan peristiwa tersebut.

Iptu Mahdi menyatakan aparat Kepolisian Resort Nagekeo pun langsung menuju olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terhadap temuan mayat yang mengapung di parit tersebut.

Baca juga: Parodi Situasi, Minggu, 13 Desember 2020: Ketika Petahana Kalah

Ia menyebutkan setelah dilakukan penyelidikan mayat tersebut bernama Yosef Valentino Benge Wake. Tempat Tanggal Lahir, Atambua, 17-02-1997, Jenis kelamin laki-laki berusia 23 tahun, Agama, Katholik, pelajar (mahasiswa), alamat, Sabitonga, Rt/Rw: 002/000, Kelurahan Danga, Kecamatan. Aesesa, Kabupaten Nagekeo.

Ia menyebutkan, dari hasil pemantauan di TKP korban di temukan dalam keadaan tidak memakai baju dan hanya menggunakan celana pendek jeans berwarna hitam, serta pada dahi dan pelipis kiri korban di temukan luka lecet.

Baca juga: Vicy Melanie: Ingin Putus

Ia menyatakan, dari hasil pemeriksaan luar oleh dokter di RSD Aeramo, pada korban di temukan luka lecet di bagian dahi dan pelipis kiri, namun dokter belum menyampaikan hasil sebab dan akibat luka lecet tersebut.

"Dan saat korban meninggal tidak ada orang yang melihat atau mengetahuinya," jelasnya.

Ia menyebutkan dari hasil keterangan saksi pertama inisial HP (38) menjelaskan bahwa, sekitar pukul 06.20 Wita, dirinya hendak pergi menuju ke parit untuk mandi.

Dengan alasan, karena air di rumah saksi tidak bagus atau kalau sehabis mandi kulih putih-putih, lalu saksi HP menuju keparit yang bertujuan untuk mandi.

"Sesampainya di parit saksi melihat air dalam keadaan kotor akhirnya saksi HP mengurungkan niatnya untuk mandi karena lihat kondisi air yang sangat kotor," ujarnya.

Selanjutnya saksi, kata dia bertujuan untuk mencuci motor, namun sebelum mencuci motor saksi HP melihat ada sesuatu yang ganjal yang terapung di atas air.

Lalu saksi ini mengambil kayu, untuk mengecek dengan menusuk di bagian belakang korban, lalu saksi merasa aneh.

"Saksi HP ini memanggil, saksi 2 WW untuk mengecek lebih pasti, lalu saksi WW bersama saksi HP mengecek dengan mengulurkan tangan untuk memegang korban. setelah itu mereka yakini sesosok mayat karena memegang badan korban dan memegang pakaian korban, lalu saksi HP dan saksi WW memanggil anggota Polres Negekeo yang sementara itu rumah berdekatan dengan TKP," jelasnya.

Ia menyebutkan, kejadian tersebut oleh pihak keluarga diterima sebagai musibah dan keluarga korban bersedia membuat pernyataan penolakan untuk dilakukan autopsi.

Kemudian menyerahkan jenazah ke keluarga korban untuk di semayamkan di rumah duka. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved