Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik, Kamis 10 Desember 2020: Barangsiapa Bertelinga, Hendaknya Ia Mendengar
Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, kerajaan Surga dirongrong, dan orang yang merongrongnya mencoba menguasainya.” (Ay. 12).
Renungan Harian Katolik, Kamis 10 Desember 2020: Barangsiapa Bertelinga Hendaknya Ia Mendengar ( Bacaan I: Yes 41:13-20; Bacaan Injil: Mat.11:11-15)
Oleh: Fr. Thimotius Wake
Calon Imam Keuskupan Agung Kupang
Berdomisili di Centrum Keuskupan Agung Kupang
POS-KUPANG.COM - Injil suci hari ini memuat pernyataan Yesus tentang Yohanes Pembaptis. Yesus bersabda kepada orang banyak tentang kebenaran menerima Yohanes Pembaptis sekaligus pernyataan tentang banyaknya penolakan terhadap kehadiran Yohanes Pembaptis sebagai pewarta dan nabi terakhir yang menunjukkan jalan bagi kedatangan Sang Mesias.
“Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, kerajaan Surga dirongrong, dan orang yang merongrongnya mencoba menguasainya.” (Ay. 12).
Yesus menegaskan bahwa lewat seruan Yohanes Pembaptis, Kerajaan Allah diwartakan bagi banyak orang. Pada kenyataannya, ada orang yang menerima pewartaannya, namun tak sedikit orang yang dengan sengaja tidak menerima, bahkan menghasut banyak orang untuk tidak percaya akan seruan Yohanes Pembaptis.
Yohanes Pembaptis sendiri adalah “dia yang mempersiapkan jalan bagi kedatangan Mesias.” Menolak pewartaan Yohanes, apalagi seruan pertobatan hidup, berarti menolak kedatangan Yesus Kristus sebagai Mesias. Menolak Kristus berarti juga menolak tawaran Kerajaan Allah yang sejatinya membawa kebahagiaan sejati yang dibutuhkan oleh segenap ciptaan.
Kerajaan Allah tidak lain adalah kepenuhan sukacita surgawi. Suasana kebahagiaan dan kepenuhan sukacita surgawi tersebut tergambar secara jelas dalam Bacaan Pertama. Nabi Yesaya menggambarkan kemahakuasaan Allah dan sukacita surgawi.
“Aku ini TUHAN, Allahmu. Aku memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu, janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.” (Ay. 13).
Allah senantiasa ada bersama kita, membawa kita kepada keselamatan dan kebahagiaan. Dan kebahagiaan itu bukanlah kebahagiaan yang bersifat sementara, melainkan suatu kebahagiaan sempurna yang tak terbatas ruang dan waktu. Siapapun yang berseru kepada-Nya akan mendapat kehangatan, sentuhan dan kelegaan jiwa.
Tuhan telah menyiapkan tempat terindah bagi kita semua seperti yang digambarkan dalam Bacaan Suci hari ini. Sekarang, tergantung diri kita masing-masing. Apakah kita dapat terus percaya pewartaan Yohanes Pembaptis, dan terutama pewartaan Yesus Kritus, atau malah sebaliknya, justru kita menjadi batu sandungan bagi orang lain dalam mempercayai misi pewartaan dari Allah. “Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”
Mari kita terus menjadi “Yohanes Pembaptis” masa kini, yang berjuang untuk terus mewartakan kasih Kristus kepada semua orang yang kita jumpai setiap hari. Apa yang kita dengar janganlah dikuburkan dan disimpan dalam diam, tetapi setelah kita mendengar Injil keselamatan, kita pun harus mampu untuk terus melanjutkannya kepada siapapun, terutama mereka yang membutuhkan.
Dengan demikian, bukan saja kita mengerahkan diri kita sendiri pada pertobatan dan keselamatan, melainkan kita pun mampu membawa banyak orang pada pertobatan dan keselamatan dalam Tuhan.
Marilah dalam masa Adven ini, kita terus berbenah diri, melihat segala salah dan dosa kita, berani mengakuinya, sehingga kita pun mampu mempersiapkan diri kita secara matang untuk menyambut kedatangan Yesus pada Hari Raya Natal nanti. Semoga. Amin.*
SIMAK JUGA VIDEO RENUNGAN HARIAN KATOLIK BERIKUT: