Selasa, 21 April 2026

Timor Leste

Mengaku Penjaga Perdamaian, Borok Pegawai PBB di Timor Leste Dibongkar Media Australia

Bahkan banyak staf PBB yang ditugaskan di Timor Leste, namun siapa sangka meski berstatus sebagai penjaga perdamaian, mereka lakukan penyimpangan

Editor: Agustinus Sape
intisari.grid.id
Ilustrasi Timor Leste 

Mengaku Penjaga Perdamaian, Borok Pegawai PBB di Timor Leste Dibongkar Media Australia

POS-KUPANG.COM - Tahun 2002 Timor Leste berhasil merdeka dari Indonesia berkat bantuan PBB, melalui referendum.

Sejak lepas dari Indonesia, setidaknya PBB terus membantu negara kecil itu dalam menata birokrasinya dan memberikan bantuan politik.

Bahkan banyak staf PBB yang ditugaskan di Timor Leste, namun siapa sangka meski berstatus sebagai penjaga perdamaian, mereka terungkap lakukan penyimpangan.

Tahun 2007 media Australia The Age, melaporkan bagaimana staf PBB terang-terangan kerap menggunakan "perempuan malam" di Timor Leste,

Polisi dan staf sipil UNITED Nations secara terbuka melanggar, apa yang dijanjikan PBB sebagai kebijakan tanpa toleransi terhadap pelecehan terhadap perempuan.

Para ekspatriat di Dili mengatakan, belasan rumah perempuan menunggu para lelaki dibuka di Timor Leste pada saat itu, tiap malam selalu terlihat kendaraan PBB diparkir di luar rumah-rumah tersebut .

Sebelum senja, perempuan malan yang masih remaja di Timor Leste berkumpul di seberang hotel di Dili, dan kendaraan PBB selalu menjemput mereka.

"Menjijikkan, orang-orang yang seharusnya datang ke sini untuk membantu Timor Leste malah melecehkan gadis-gadis malang ini," kata seorang mekanik Australia yang minum di bar hotel, yang melihat pemandangan itu setiap malam.

Salah satu rumah tersebut mempekerjakan selusin perempuan malam etnis-Cina, kata ekspatriat.

Seorang karyawan PBB mengatakan kepada The Age bahwa badan dunia menutup mata terhadap praktik tak patut oleh para karyawannya.

"Apa yang disebut kebijakan tanpa toleransi termasuk menggunakan perempuan-perempuan malam, tetapi tidak ada yang dilakukan untuk menghentikannya," katanya.

Pegawai PBB yang berasal dari 40 negara, juga membawa kendaraan berbahaya ke Timor Leste saat berjuang untuk pulih dari pergolakan kekerasan tahun lalu.

Kendaraan PBB telah terlibat dalam 80 kecelakaan kendaraan tunggal sejak Maret, beberapa di antaranya tampaknya melibatkan mengemudi sambil minum.

Atul Khare, seorang diplomat India yang memimpin Misi Terpadu Perserikatan Bangsa-Bangsa di Timor-Leste mengatakan kepada staf PBB.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved