Gerakan Koperasi di Ende Menuju Digitalisasi

pelayanan secara manual memperlambat kegiatan koperasi, lambat maju bahkan tidak bisa berkembang dan tidak bisa bersaing

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ORIS GOTI.
Rapat koordinasi fasilitasi digitalisasi koperasi bagi gerakan koperasi  di Ende, Rabu (9/12/2020). 

Gerakan Koperasi di Ende Menuju Digitalisasi

POS-KUPANG.COM | ENDE - Dinas Koperasi dan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) berkomitmen koperasi-koperasi di Ende bisa bertransformasi dari pelayanan manual ke digital.

Sehubungan dengan itu, Dekopinda Ende menggelar rapat koordinasi fasilitasi digitalisasi koperasi bagi gerakan koperasi   di Ende, Rabu (9/12/2020).

Kepala Dinas Dinas Koperasi Ende, Efraim Diakon kepada POS-KUPANG.COM di sela kegiatan tersebut mengatakan, transformasi pelayanan manual ke digital penting untuk menjawab tantangan era digitalisasi.

"Dari hasil analisis kami di dinas, memang di Ende ini sebagian besar masih melaksanakan kegiatan secara manual," "ungkapnya.

Efraim menegaskan, pelayanan secara manual memperlambat kegiatan koperasi, lambat maju bahkan tidak bisa berkembang dan tidak bisa bersaing dengan koperasi-koperasi  di daerah lainnya.

"Sekarang ini era digital tidak bisa lagi kita berpacu pada yang manual sehingga diperlukan transformasi dari koperasi, maka dari ini saya dengan Dekopinda mencoba untuk tahap pertama ini memulai dari beberapa koperasi supaya mereka keluar dari manual dan beralih ke digital," jelasnya.

Menurutnya, penerapannya bisa dipandu oleh pihak Dinas Koperasi, dilatih secara tekniks maupun dari Dekopinda selaku payung dari koperasi di Ende.

"Tujuannya adalah pertama supaya mempercepat pendesainan administrasi koperasi, yang kedua pelayanannya cepat, yang ketiga juga bisa bersaing dengan koperasi koperasi lain, yang keempat mereka sendiri bisa merebut pasar-pasar," ungkapnya.

Hal lain, kata dia, situasi pendemi covid 19 pelayanan secara digital sangat perlu dilakukan.

"Kerumunan-kerumunan, acara rapat anggota lalu pendaftaran dan lain-lain itu bisa dilakukan secara online. Makanya hari ini sangatlah penting bagi koperasi supaya ini menjadi tonggak pertama bagi mereka untuk bisa memulai merubah cara kerja mereka," ungkapnya.

Terkait soal bahwa tidak semua wilayah di Kabupaten Ende terjangkau internet, Efraim katakan Pemda Ende tentu memerhatikan hal tersebut.

"Saat ini kalau memang ini benar-benar sudah mulai, maka pasti pemerintah daerah akan memperhatikan itu, kita mencoba bekerjasama dengan dinas Infokom dan lain-lain supaya semua bisa di akses. Dan ini juga dengan digitalisasi memacu pertumbuhan ekonomi di desa," ungkapnya.

Baca juga: 6 Shio Beruntung Besok Kamis 10 Desember 2020, Ada Shio Ayam Hingga Kuda, Cek Shiomu Guys!

Baca juga: Pilkada Malaka : Paslon SN-KT dan SBS-WT Bersaing Ketat di Taaba dan Kakaniuk

Efraim menyebut, saat ini sekitar 118 koperasi namun yang aktif sekitar 80 koperasi. "Karena kita lihat evaluasi terakhir itu yang aktif sekitar 80-an yang aktif maksudnya  yang saat ini kita pantau dia jalan," jelasnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti) 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved