Breaking News:

Berita Kota Kupang

Sabtu Ini, BPBD Distribusikan 94 Tandon Air untuk Kelompok Masyarakat

prinsipnya BPBD selalu stand by untuk membantu masyarakat apa bila ada bencana. Karena bencana sifatnya tidak terduga atau mendadak maka BPBD selalu s

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Ferry Ndoen
istimewa
Jemy Didok, Kepala BPBD Kota Kupang 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Tahun ini Pemerintah Kota Kupang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Kupang mendistribusikan bantuan 500 tanki air. Air gratis bagi warga yang betul-betul membutuhkan air bersih ini hampir selesai dibagikan kepada masyarakat khususnya di daerah yang kekurangan air bersih. 

Kepala BPBD Kota Kupang Jemy Didok, kepada POS-KUPANG.COM, mengatakan selain 500 tanki, BPBD juga akan mendistribusikan 1.200 tanki air yang dianggarkan pada anggaran perubahan tahun 2020 kemarin. 

BPBD juga, kata Jemy, akan segera mendistribusikan tandon air dengan ukuran 5300 liter pada Sabtu (12/12). Tandon air ini akan diberikan kepada kelompok-kelompok masyarakat yang kekurangan tempat penampungan air. Tandon yang akan dibagikan sebanyak 94 tandon  ini sesuai verifikasi BPBD dan kelurahan-kelurahan bagi kepada kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Jadi bukan diberikan kepada satu rumah tangga tetapi untuk satu RT atau satu kelompok masyarakat. 

Ia mengatakan anggaran yang diberikan pada anggaran perubahan tahun 2020 untuk bantuan air bersih 1.200 tanki dan 94 tandon sebesar Rp 1 miliar.

Selain air bersih, Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terbadap kejadian-kejadian alam saat masuk musim penghujan, seperti angin kencang disertai petir dau guntur, kemudian pohon tumbang, longsor dan lainnya.

Pihaknya telah mengeluarkan imbauan yang pada Lurah, Camat untun diteruskan pada RT/RW agar semua warga waspada. Karena beberapa waktu lalu sudah terjadi di Kabupaten Kupang dan memakan korban, sehingga diminta agar semua masyarakat Kota Kupang untuk waspada.

Tak hanya di Kelurahan, kata Jemy, BPBD juga telag mengeluarkan surat imbauan pada rumah-rumah ibadah. Namun diakuinya memang ada beberapa gereja dan rumah ibadah lainnya yang ditutup sementara untuk meminimalisir penularan Covid-19.
Berdasarkan imbauan yang dikeluarkan BMKG, lanjutnya memang terjadi perubahan cuaca dan saat ini tengah dipengaruhi oleh cuaca dari Australia, sehingga tidak bisa diprediksi kapan akan berkahir.

Bila terjadi bencana, katanya, tidak dianggarkan secara khusus tetapi ada anggaran tidak terduga sebesar Rp 1 miliar apa bila terjadi bencana alam dan wabah yang tidak terduga. Untuk menetapkan status siaga darurat, maka harus dikeluarkan oleh kepala daerah dalam hal ini Wali Kota Kupang melalui SK Wali Kota, barulah anggaran tanggap bencana dan siaga darurat tersebut bisa digunakan.

"Pada prinsipnya BPBD selalu stand by untuk membantu masyarakat apa bila ada bencana. Karena bencana sifatnya tidak terduga atau mendadak maka BPBD selalu siaga 24 jam. Untuk 2021 mendatang, pemerintah Kota Kupang melalui BPBD siaga untuk membantu masyarakat 1 kali 24 jam, menyiapkan tim dan anggaran yang cukup," tuturnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati).


 
 

Jemy Didok
 
 
 
Jemy Didok       (istimewa)

 
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved