Selasa, 14 April 2026

Aksi Peduli Guru Honorer Indonesia Rohaniwan Galang Dana lewat Olahraga

RATUSAN Rohaniwan Katolik Menggalang dana bantuan Natal bagi para guru honorer di berbagai wilayah Tanah Air

Editor: Kanis Jehola
Foto pribadi
Christiano Hendra Wishaka, Ketua Panita Caritas Christmas Cross Challange 2020 dan pelari. 

POS-KUPANG.COM - RATUSAN Rohaniwan Katolik Menggalang dana bantuan Natal bagi para guru honorer di berbagai wilayah Tanah Air. Penggalangan dana yang mereka lakukan kali ini dilakukan dengan cara unik yakni lewat berolahraga secara virtual.

Seorang kardinal, 17 Uskup, serta 900 lebih rohaniwan dan rohaniwati Katolik bergabung dengan 2.100 peserta lain di seluruh Indonesia untuk melakukan olahraga lari, bersepeda, hingga jalan cepat.

Tak hanya Indonesia, olahraga secara virtual ini akan berlangsung di 17 negara Eropa, Amerika Utara, Asia, dan Timur Tengah. Mereka akan berolahraga selama satu bulan penuh, terhitung mulai Selasa (1/12/2020).

Baca juga: Promo Natal, Kharisma Home and Kitchen Kupang Jual Paket Pohon Natal dan Bingkisan Natal

Salah satu Pastor Jesuit, Dr Antonius Widyarsono SJ, atau yang akrab disapa Pater Widy, mengajak rohaniwan dan rohaniwati di Indonesia maupun luar negeri untuk terlibat dalam program penggalangan dana ini.

"Keterlibatan kardinal, belasan uskup, serta hampir seribu pastor dan suster, belum pernah terjadi dalam sejarah penggalangan dana melalui olahraga secara virtual di Indonesia maupun di dunia," kata Pater Widy dalam siaran pers yang diterima, Selasa (1/12/2020).

Baca juga: Kalina Ocktaranny Menyesal

Program penggalangan dana ini digagas oleh Asosiasi Alumni Jesuit Indonesia (AAJI), yang merupakan organisasi para alumni dari sekolah-sekolah asuhan Jesuit.

Bertajuk "Lari dan Gowes, Caritas Christmas Cross Challenge 2020", kegiatan serentak di tiga cabang olahraga secara virtual ini bertujuan menghimpun dana bagi para guru honorer di seluruh Indonesia.

Terutama, untuk mereka yang bertugas di wilayah-wilayah terpencil serta berkekurangan di luar Pulau Jawa. Hasil penggalangan dana Caritas Christmas akan disalurkan kepada 1.800-2.000 guru honorer sekolah swasta Katolik dari 27 provinsi di luar Pulau Jawa.

"Guru honorer adalah bagian penting dari tulang punggung pendidikan Indonesia. Banyak dari mereka masih bekerja dalam kondisi prasejahtera," ujar Christiano Hendra Wishaka selaku Ketua Pelaksana Caritas Christmas.

"Padahal, di tangan mereka kita menitipkan generasi masa depan. Hasil penggalangan dana kali ini akan diutamakan untuk para guru honorer di wilayah luar Pulau Jawa," Hendra menambahkan.

Adapun penyaluran dana serta para penerima bantuan akan diatur oleh dua lembaga lain, Yayasan Karina Kwi dan Lembaga Daya Dharma. Yayasan Karina Kwi merupakan lembaga kemanusiaan di bawah payung Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) pimpinan Romo Dr Fredy Rante Taruk Pr, dan Komisi Pendidikan KWI yang ditangani oleh Pater TB Gandhi Hartono SJ.

Sementara itu, Lembaga Daya Dharma yang bergerak dalam pelayanan sosial, berada di bawah Keuskupan Agung Jakarta (LDD-KAJ). Bersama AAJI, Pater Christoforus Kristiono Puspo SJ selaku Direktur Eksekutif LDD-KAJ menjadi salah satu inisiator Caritas Christmas.

"Pendidikan harus jalan terus di tengah situasi berat pandemi. Ayo kita perhatikan para guru," ujarnya dalam satu pertemuan pada November lalu.

Nantinya seluruh peserta Caritas Christmas akan terbagi dalam 133 tim, yang mengatur aktivitas lari, jalan, dan bersepeda. Mereka juga akan mengatur penggalangan dana masing-masing berdasarkan panduan yang dirancang oleh platform donasi Aktivin.

Para donatur dipersilakan menyumbang Rp 50 ribu per poin. Setiap poin setara satu kilometer lari dan jalan, serta tiga kilometer bersepeda. Para donatur bisa memantau pergerakan sumbangannya secara transparan melalui platform Aktivin.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved