Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik, Kamis 3 Desember 2020, Quod Amor Evangelium Dei: Injil Cinta Kasih Allah
Lagi pula bukankah Kristus sudah bersabda “Ketahuilah Aku akan menyertai kamu sampai akhir zaman ? ( Matius 28:20 ).
- Renungan Harian Katolik, 3 Desember 2020 , Quod Amor Evangelium Dei : Injil Cinta Kasih Allah
Oleh: RD. Maxi Un Bria
POS-KUPANG.COM - Bagaimana dunia dapat menegaskan diri menjadi satu keluarga yang damai di era ini? Mungkinkah itu?
Pertanyaan ini antara lain telah menginspirasi St. Fransiskus Xaverius untuk bermisi ke seluruh dunia demi mewartakan Injil tentang cinta kasih Allah. Oleh keberanian dan cintanya yang besar dalam bermisi dan mewartakan Injil, kelak para pengikutnya utamanya misionaris Xaverian menghidupi semangat Caritas Christi Urget Nos; Cinta Kasih Kristus telah mendorong kita untuk berupaya menjadikan dunia sebagai satu keluarga.
Melalui pewartaan kabar gembira dan pelayanan cinta kasih kepada semua orang tanpa membeda-bedakan. Dengan begitu ajaran dan hukum utama cinta kasih diimplementasikan. Sebab cinta kasih itu berdimensi universal. Dibutuhkan semua manusia, diperkenalkan semua agama dan dimengerti semua manusia. Bila cinta kasih Allah sebagaimana diajarkan Yesus dalam Injil sungguh dihayati, betapa dunia dapat menjadi damai, bahagia dan hidup rukun harmonis sebagai satu keluarga.
Hari ini 1,3 miliar penduduk dunia percaya kepada Yesus Kristus sebagai Putera Allah berkat pewartaan Injil para murid. Perintah Yesus kepada para murid agar mereka pergi ke seluruh dunia dan mewartakan Injil kepada segala makhluk ( Markus 16 :15-20) telah menginspirasi dan menggerakkan hati para misionaris baik religius maupun awam untuk mewartakan Injil sebagai kabar gembira dan bermisi menghadirkan cinta kasih Allah bagi manusia.
Karena kabar gembira inilah, St. Fransiskus Xaverius membangun komitmen dan mengobarkan spirit untuk pergi ke seluruh penjuru dunia demi mengajarkannya kepada khlayak. Dewasa ini kita mengenal puluhan ribu Fransiskanes dan Xaverianes yang menghidupi spiritualitas St. Fransiskus Xaverius dengan mengabdikan diri di berbagai sektor pelayanan sebagai bentuk nyata pengejawantahan Injil cinta kasih Allah di tengah dunia.
Beberapa percikan nilai yang dapat kita refleksikan bersama berkaitan dengan Pesta Santo Fransiskus Xaverius hari ini antara lain sebagai berikut.
Pertama, Santo Fransiskus Xaverius adalah seorang imam yang total mengabdikan diri bagi karya pewartaan Injil. Ia bermisi ke berbagai wilayah di belahan bumi ini sampai akhir hayat. Berbagai tantangan dan penolakan tidak pernah memadamkan semangat misi dan pewartaanya. Sehingga Ia diberi gelar pelindung bagi karya misi gereja di Asia.
Kedua, Santo Fransiskus Xaverius menghayati pernyataan Sang Guru “ Apa artinya seorang memiliki seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? ( Matius 16 :26 ) Spiritualitas dan orientasi untuk kehidupan kekal telah memberi dia kekuatan untuk terus melanjutkan karya misinya dengan sukacita iman.
Ketiga, ia dan gereja yakin bahwa sampai saat ini dan selamanya, Kristus hadir dan menyertai pewartaan dan pelayanan gereja. Sebab “ Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.” ( Markus 16:20 ). Lagi pula bukankah Kristus sudah bersabda “Ketahuilah Aku akan menyertai kamu sampai akhir zaman ? ( Matius 28:20 ).
Semoga kita semua, utamanya kaum muda , generasi millenial dan generasi Z tidak gentar menjadi pewarta kabar baik di era global ini seraya berjuang mewujudkan cinta kasih Allah di tengah dunia. Sehingga dari waktu ke waktu semakin nyata terwujud dunia yang damai dan harmonis sebagai satu keluarga universal. Salve.*