Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik, Kamis 3 Desember 2020, Pesta Santo Fransiskus Xaverius: Pergilah
Kata Yesus Sang Guru, "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk" (Mrk 16:15).
- Renungan Harian Katolik, Kamis 3 Desember 2020, Pesta Santo Fransiskus Xaverius: Pergilah (Markus 16:15-20)
Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD
POS-KUPANG.COM - Kata Yesus Sang Guru, "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk" (Mrk 16:15). Ini perintah, bersifat imperatif; sebuah keharusan untuk dilakukan. Perintah ini sudah dan terus direnungkan, dihayati dan dilaksanakan sejak dulu hingga kini dan yang akan datang.
Saat merenungkan perintah Sang Guru ini, teringat nama-nama; terbayang jelas wajah-wajah; terkenang lagi perjuangan dan karya dari sekian banyak misionaris yang tercatat dalam sejarah Gereja di wilayah kita. Umumnya mereka berasal dari negeri jauh di Eropa dan Amerika sana. Menumpang kapal dalam perjalanan panjang dan berbulan-bulan di laut.
Saat awal mereka harus berjuang meyakinkan orang-orang kita. Tak jarang dimusuhi dan dikasari, bahkan dibunuh. Mereka datang membawa barang, uang, hatinya, terlebih warta Injil, Kabar Baik, untuk membangun; tak hanya gedung, jalan, tapi juga orang, manusia; memanusiakan manusia dan menjadikan orang beriman.
Ada banyak catatan kronik yang ditulis para misionaris awal yang bisa dibaca. Betapa susahnya mereka berjalan kaki atau berkuda puluhan kilometer, melintasi hutan belantara, melewati jalan berliku, mendaki dan menurun, mengarungi sungai atau laut yang ganas, untuk menjangkau umat, mengajar dan membaptis. Tak jarang mereka harus bertindak sebagai dokter, memberi obat dan merawat yang sakit.
Saya sendiri masih segar terkenang pengalaman indah di seminari menengah bersama para misionaris. Seorang guru dari Chicago, USA yang selain telaten mengajarkan bahasa Inggris, pun membuat minuman khas untuk menyenangkan kami siswa-siswanya.
Paling istimewa guru tua asal kota Breda, Belanda yang jago aljabar dan ilmu alam. Beliau juga pandai menghibur kami dengan guyonannya dan pada malam Minggu menayangkan film-film Charlie Chaplin, Tora Tora, Elvis Presley, dll. dengan proyektor tuanya.
Terbayang juga raut wajah teman-teman se-angkatan yang menerima benuman sebagai misionaris di Argentina, Brasil, Bolivia, dan berbagai negara Eropa, Afrika, Asia Timur. Begitu ceria, tergambar kegembiraan dan antusiasme. Setelah sekian tahun bermisi nun jauh di sana, mereka kembali cuti sembari berbagi kekayaan pengalaman misionernya yang menarik. Meski kabarnya perjuangan tidaklah gampang menyesuaikan diri dengan bahasa dan budaya, pun menaklukkan medan yang sulit penuh tantangan. Apalagi harus berhadapan dengan ancaman kartel obat terlarang yang ganas atau perampokan sadis. Tapi hati mereka tetap bahagia yang memancar keluar dalam wajah mereka.
Mereka, para misionaris zaman old dan zaman now itu, memang telah menanggapi kata-kata perintah Sang Guru, "Pergilah ke seluruh dunia dan beritakanlah Injil kepada segala makhluk". Perintah itu dirasakan menggetarkan jiwanya, sungguh ditaati dan dilaksanakan. Tapi bukan dengan terpaksa. Bukan pula karena dipaksa. Yang pasti mereka pergi dengan gembira, berkarya dengan hati, sepenuh hati. Makanya mereka bertahan dan karya mereka berbuahkan hasil. Ini sungguh sesuai dengan apa yang ditulis penginjil Markus, "Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya" (Mrk 16:20).
KITA?
Dalam terang Sabda Yesus yang bersifat perintah hari ini, kita boleh berkaca diri. Kita bukanlah misionaris yang berangkat pergi jauh ke belahan dunia sana. Tapi perintah Sang Guru tentu juga terarah dan sungguh relevan untuk kita. Soalnya selain dunia yang didiami segala bangsa ini, kita masing-masing punya dunia sendiri.
Kita biasa bepergian ke segenap dunia kita : kantor, sekolah, pasar, rumah sakit, perkumpulan, untuk bekerja atau segala macam urusan. Kita pun sering bepergian ke mana saja untuk kuliner, berbelanja, kunjungan muhibah; menjelajah pelosok negeri bahkan ke manca negara, sekedar liburan atau dalam judul 'My Trip My Adventure'.
Dalam kerangka ini, kita mesti catat satu hal penting ini, yakni perginya kita mestinya dalam semangat menanggapi perintah Sang Guru. Kita bergegas pergi untuk membawa sukacita, memberitakan kegembiraan, menyampaikan Kabar Baik, kabar yang menyukacitakan orang lain.
Inilah perintah Sang Guru untuk selalu kita ingat, "Pergilah ke seluruh duniamu, beritakanlah Injil kepada segala makhluk". Dan kita berharap penuh doa, semoga "Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya" (Luk 16:20).
Simak juga video renungan harian katolik berikut:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pater-steph-tupeng-witin-svd.jpg)