Masyarakat Mabar Peduli Korban Erupsi Ile Lewotolok Galang Dana Bantu Pengungsi

Masyarakat Mabar Peduli Korban Erupsi Gunung Ile Lewotolok melakukan penggalangan dana di Labuan Bajo.

Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/GECIO VIANA
Suasana penggalangan dana Masyarakat Mabar Peduli Korban Erupsi Ile Lewotolok di Kampung Ujung Labuan Bajo, Kamis (3/12/2020). 

Masyarakat Mabar Peduli Korban Erupsi Ile Lewotolok Galang Dana Bantu Pengungsi

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO --Jumlah pengungsi akibat erupsi Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT, semakin bertambah hingga lebih dari 7 ribu orang, Kamis (3/12/2020).

Peristiwa tersebut memantik semangat sejumlah masyarakat di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) yang tergabung dalam Masyarakat Mabar Peduli Korban Erupsi Gunung Ile Lewotolok untuk bersolidaritas.

Kelompok masyarakat tersebut terdiri atas Asosiasi Kapal Wisata (Askawi) Mabar, Karang Taruna Labuan Bajo dan individu yang peduli para korban erupsi Ile Lewotolok.

Selama 4 hari terakhir, Masyarakat Mabar Peduli Korban Erupsi Gunung Ile Lewotolok melakukan penggalangan dana di Labuan Bajo.

Tempat yang menjadi sasaran aksi kemanusiaan tersebut di beberapa titik, di antaranya di Kampung Ujung, Lampu Lalulintas Langka Kabe, jalan raya di depan Inaya dan Pasar Wae Kesambi.

Sementara itu, pada Kamis siang, penggalangan dana dilakukan di Kampung Ujung Labuan Bajo.

Menggunakan beberapa dus air mineral yang bertuliskan 'Solidaritas untuk Lembata' mereka berdiri dipinggir jalan, menanti dukungan dan sumbangan dari pengendara kendaraan bermotor dan pejalan kaki yang melintas.

Selain itu, terdapat juga sejumlah baliho yang dibawa bertuliskan, "Kami Peduli Lembata", "7 Ribu Jiwa Telah Mengungsi", "Solidaritas Kemanusiaan For Lembata", "Erupsi Gunung Merapi Ile Lewotolok Kabupaten Lembata", "Duka Lembata Duka Kita Juga Warga Mabar".

Koordinator Masyarakat Mabar Peduli Korban Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Ahyar Abadi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian dan dukungan terhadap sesama, lebih khusus bagi pengungsi akibat erupsi Ile Lewotolok.

"Dalam satu hari kami lakukan 2 penggalangan dana, yakni pagi dan sore. Untuk hari ini terkumpul sebanyak Rp 4.930.000," ujarnya.

Ahyar yang juga Ketua Askawi Mabar ini menuturkan, aksi penggalangan dana direncanakan selama 5 hari, hingga Jumat (4/12/2020).

"Total dana yang telah terkumpul hingga hari keempat ini sebanyak Rp 35 juta yang berasal dari sumbangan masyarakat dan juga dari teman-teman Askawi," jelasnya.

Pihaknya menargetkan pengumpulan dana hingga Rp 50 juta dalam aksi penggalangan dana tersebut.

"Nanti kami kirim lewat rekening atau berupa barang, nanti tergantung kesepakatan dengan teman-teman lagi, terkait mana yang lebih mudah dan membantu saudara-saudara kita," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved