Gereja GMIT Maranatha Oebufu Gelar Makan Gratis, Ini Tujuannya
saat mengunjungi para jemaat, banyak hal yang ditemukan karena banyak jemaat yang mengalami dampak dari Covid-19 ini,
Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
Gereja GMIT Maranatha Oebufu Gelar Makan Gratis, Ini Tujuannya
POS-KUPANG.COM | KUPANG-- Gereja Gmit Marantha Oebufu menggelar makan gratis bagi jemaatnya serta dibuka umum bagi masyarakat yang sangat membutuhkan dalam situasi pandemi Covid-19 ini.
Kegiatan yang berlangsung di Gereja Maranatha Oebufu ini berjalan dengan protokol kesehatan.
Disaksikan POS-KUPANG.COM, Selasa (1/11), "Maranatha Berbagi, Disini Ada Makan Gratis Datanglah dan Nikmati Berkatnya" inilah tema yang dilekat di depan pintu masuk gereja.
Masyarakat yang datang untuk menikmati berkat yang disajikan oleh para pendeta dan panitia pelaksana kegiatan ini berasal dari anak-anak Ojek, masyarakat umum, dan jemaat. Masyarakat yang datang bukan saja orang tua, melainkan anak-anak dan juga kaum remaja.
Terlihat masyarakat dan jemaat yang datang untuk menyantap berkat yang ada, semuanya gunakan protokol kesehatan seperti, mencuci tangan, pakai masker, tes suhu tubuh.
Keempat pendeta, Pdt. Desiana Rondo Effendy, M.Th, Pdt. Soleman Uli Loni, S. Th, Pdt. Ludwina Uli Loni, S. Th, dan Pdt. Dr. Sarlinda Anggal Kisek, MSi turut hadir bersama dengan panitia dengan mengambil bagian masing-masing untuk kelancaran kegiatan ini.
Kepada POS-KUPANG.COM, Ketua Majelis Jemaat Maranatha Oebufu, Pdt. Desiana Rondo Effendy, M. Th menyampaikan apresiasi kepada semua yang berkontribusi dalam kegiatan Maranatha berbagi, khususnya di minggu adven.
"Kita akan memasuki masa adven dan akan melewati masa natal dalam situasi yang berbeda dengan Pandemi Covid-19 ini. Tapi sebagai gereja, kita harus tetap merawat kehidupan dengan bersaksi melayani dan berbagi," ungkapnya
"Kami disini adalah tim kerja dengan dengan masing-masing bertanggungjawab atas tugasnya, seperti saya Ketua Majelis Jemaat, Pdt. Linda sebagai pendamping badan diakonat, Pdt. Ludwina pendamping hari raya gerejawi dan Pdt. Soleman. Kami menggelar dan melakukan aksi ini sebagai bagian dari tanggungjawab geraja," tambah Ketua Majelis Jemaat Maranatha Oebufu
Lanjutnya, Ia bersama dengan rekan-rekan pendeta lain dan tim kerja berharap kegiatan ini menjadi contoh dan model bagi semua gereja bahwa, dalam situasi sulit pun gereja harus tetap ada bagi jemaat dan sesama.
"Memberi dari kekurangan dan belajar memberi dari apa yang ada, karena gereja harus membuka tangan dan bukan hanya menerima saja melainkan harus memberi, sehingga pelayanan ini bisa berdampak baik bagi sesama," tuturnya
Ia mengungkapkan bahwa, Gereja Maranatha adalah gereja yang hadir ditengah-tengah jemaat menengah kebawah. Dalam 27 rayon yang padat dengan situasi pekerjaan yang berbeda dari pemulung hingga orang-orang spesialisasi seperti, dokter, pemerintahan dan lain-lain, tapi dengan dinamika yang ada, Maranatha harus menunjukan bahwa, gereja sekarang dan seterusnya untuk melayani dengan berbagi.
"Kami berharap kegiatan ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi orang lain untuk berbagi dimasa sulit sekalipun," pintanya
Pdt. Dr. Sarlinda A. Kisek, MSi juga menambahkan, yang paling pertama dan utama yang paling mengerti dengan keadaan jemaat baik disituasi sulit pun itu pendeta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/foto-bersama-keempat-pendeta-dengan-tim-kerja.jpg)