Breaking News:

Berita Kota Kupang Terkini

Dinas Kebersihan Kota Siapkan Tim Atasi Sampah di Musim Penghujan

Bila masyarakat disiplin membuang sampah dari sore sampai jam 6 pagi, kota Kupang siang sampai sore tidak terliha

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Ferry Ndoen
PK/Yen
Yeri Padji Kana 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kota Kupang masuk musim penghujan. Beberapa hari lalu usai hujan deras mengguyur kota Kupang terlihat sampah-sampah berserakan baik di dalam drainase maupun ruas jalan raya. Untuk itu Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Kupang telah menyusun berbagai langkah. 

Pertama, Dinas Kebersihan mulai Jumat (27/11) telah menjadwalkan seluruh kekuatan untuk menyisir semua jalur-jalur, jalan-jalan atau tempat-tempat yang sampahnya tertumpuk atau terbawa air. 

"Jadi kita akan membagi tim, yang akan menyebar ke seluruh jalan-jalan terindikasi yang ada sampah-sampah. Jadi tim penyapu kita bagi khusus menyapu pasir-pasir, lumpur atau kerikil yang terbawa aor di jalan, agar tidak terjadi kecelakaan kecil ketika pengendara melintasi jalan," kata Kepala Dinas Kebersihan Kota Kupang, Yeri Padji Kana, ketika ditemui POS-KUPANG.COM, Rabu (2/12).

Kedua, Dinas Kebersihan akan melayangkan surat untuk semua lurah agar diadakan kerja bhakti khusus drainase. Karena tanpa ada bantuan dari masyarakat dan pihak swasta, Dinas Kebersihan tidak bisa berbuat apa-apa.

Diakuinya, setelah hujan deras mengguyur kota Kupang petugas Dinas Kebersihan langsung turun menggunakan armada ke lokasi untuk melakukan pembersihan dan pengangkutan namun belum maksimal. Hanya dilakukan di beberapa titik saja. Tapi untuk berkelanjutan maka dibuat tim untuk sepanjang musim penghujan. 

"Jadi kita akan stay, sehingga kota Kupang bisa tetap kelihatam bersih," tuturnya.

Ia menjelaskan volume sampah saat musim penghujan meningkat. Karena masyarakat banyak yang menebang pohon. Diharapkan bagi masyarakat yang ingin menebang pohon maka bisa dikoordinasikan dengan pihak kelurahan sehingga bisa menghubungi Dinas Kebersihan atau bisa menghubungi langsung Dinas. 

"Jadi kita bisa antisipasi dengan langsung mengangkut sehingga tidak kelihatan berhamburan dan menjadi pemandangan yang jorok. Kalau tidak diangkat maka potensi ke jalan ada saja karena dibawa air," tuturnya.
Ia juga mengimbau agar masyarakat dapat membuang sampah-sampah yang sudah terbungkus agar sampah-sampah tidak mudah berserakan ketika hujan turun. Selain itu juga mempermudah petugas dalam hal pengangkutannya.

Dinas Kebersihan juga bertugas dan bertanggung jawab untuk mengangkut sampah di pasar-pasar tradisional.
Kata Yeri, sampah basah di Pasar-Pasar  menyebabkan bau. Dinas Kebersihan akan menyiapkan tong-tong sampah agar masyarakat khusus sampah sayur, kepala ikan daging dibuang di tempat khusus yang akan diangkut oleh Dinas dan diberikan kepada kelompok-kelompok, sehingga tidak terbuang ke TPA tapi diolah menjadi pupuk organik.

"Itu yang kita harapkan. Memang harapan-harapan kita itu bisa terealisir tergantung dari kesadaran masyarakat. Kita akan tambah lagi kontener di tahun 2021, mudah-mudahan  bisa meminimalisir persoalan sampah. Karena saat kita angkut memang ada saudara kita yang masih membuang sampah. Bila masyarakat disiplin membuang sampah dari sore sampai jam 6 pagi, kota Kupang siang sampai sore tidak terlihat sampah yang menumpuk. Namun yang menjadi persoalan masyarakat tidak tertib membuang sampah," kata Yeri.

Lanjutnya, secara terencana Dinas akan melakukan sosialisasi-sosialisasi. Salah satunya dengan membuat stiker yang ditempelkan di rumah warga waktu membuang sampah, sehingga dapat mengingatkan mereka. Jadi ketika kedapatan oknum tersebut membuang sampah di luar jadwal maka akan diberikan panismen atau penegakan hukum yang lebih keras agar masyarakat mau mentaati aturan. 

"Stiker sementara disiapkan untuk dibagi. Kedepan dengan penambahan sarana prasarana, ada perubahan yang signifikan ditambah dengan adanya kesadaran masyarakat lewat sosialisasi-sosialisasi dan penegakan hukum," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati).

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved