Virus Corona

Vaksinasi Corona Dimulai 2021 Tapi Sri Mulyani Belum Tentukan Anggaran Pengadaan Vaksin Covid-19

Presiden Jokowi mengatakan pelaksanaan vaksinasi covid-19 dimulai tahun 2021. Sementara Sri Mulyani belum tentukan anggaran pengadaan vaksin covid-19

Editor: Adiana Ahmad
Instagram/smindrawati
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati 

Vaksinasi Corona Dimulai 2021 Tapi Menkeu Sri Mulyani Belum Punya Angka Pasti Anggaran Pengadaan Vaksin Covid-19

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Pelaksanaan vaksinasi massal covid-19 akan dimulai pada Januari 2021.

Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan hingga saat ini Kementerian Keuangan belum memiliki angka pasti anggaran pengadaan vaksin covid-19.

Kementerian Keuangan baru memiliki angka pasti untuk anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 431 triliun. Angka tersebut telah terealisasi dari alokasi Rp 695 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku pihaknya belum memiliki angka pasti untuk anggaran pengadaan vaksin Covid-19 lantaran masih menghitungnya.

 
"Saat ini, kami bersama dengan menteri kesehatan dan juga menteri BUMN sedang menghitung berapa jumlah vaksin yang akan diadakan untuk akhir tahun ini hingga awal tahun depan," ujarnya saat konferensi pers virtual, Senin (30/11/2020).

Vaksin tersebut, kata Sri Mulyani, diharapkan akan mampu memberikan daya tahan untuk bisa meningkatkan kegiatan masyarakat.

"Sehingga kita bisa terus menjaga keselamatan rakyat. Namun, secara bertahap memulihkan kegiatan ekonomi kita," katanya.

Sementara itu, anggaran penanganan Covid-19 bidang kesehatan di 2021 sebesar Rp 55 triliun sebagai bagian dari anggaran kesehatan Rp 169,7 triliun atau 6,2 persen APBN.

Alokasi untuk antisipasi pengadaan vaksin Covid-19 senilai Rp 18 triliun dan antisipasi imunisasi (vaksinasi) Rp 3,7 triliun.

"Kemudian untuk vaksinasi, kita dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian BUMN tengah menghitung berapa jumlah populasi dan segmen populasi mana yang akan diprioritaskan. Anggaran disediakan dari mulai untuk pengadaan vaksinnya maupun di dalam program vaksinasinya," pungkasnya.(*)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved