Berita Sikka
Pinjaman LPDB Bikin Leluasa UKM Binaan Kopdit Obor Mas
Bergabung dengan KSP Kopdit Obor Mas 2019 dan datangnya tawaran pinjaman murah dana LPBD seolah memberi angin segar ketika ia butuh tambahan mod
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM,MAUMERE,--Pagi hari Jumat (27/11/2020). Ny.Karolina Elfiana Pare (38) baru saja menyelesaikan persiapan bahan-bahan masakan di Warung Kembar, tempat usahanya di sisi ruas Jalan Trans Flores Maumere-Larantuka di Dusun Habi Hodor, Desa Talubura, 43 Km arah timur Kota Maumere.
Setahun lalu, Ny.Elfi—sapaan Elfiana dan suaminya Wens Bartono memutuskan ‘banting stir’ membuka warung makan setelah usaha kios yang semakin banyak pesaing. Bikin warung sekaligus menyalurkan hobi memasak digeluti Ny.Elfi sedari usia muda.
Menu unggulan ikan asam berasal dari ikan karang segar tangkapan nelayan di Pantai Utara Laut Flores. Sekali datang makan kuah asamnya, akan kembali lagi. Setiap hari selalu saja ‘ramai’ didatangi konsumen, selain pesanan dari kantor dan sekolah-sekolah.
Peminat yang terus bertambah membutuhkan suplai dana memperluas usahanya. Ketika tawaran pinjaman murah dana LPDB dari KSP Kopdit Obor Mas menghampirinya tak disia-siakan Ny.Elfi. Bunga pinjaman murah 0,9 persen/bulan atau 11 persen/tahun.
“Pinjaman (LPDB) dari Obor Mas sangat bantu kami. Angsuran kecil, bahkan sebelum jatuh tempo kami sudah bayar,” ujar Ny.Ellfi.
Kemitraan dengan Obor Mas diakui Ny.Elfi sejak 2008 ketika mereka membuka penggilingan padi. Semanjak itu sampai saat ini, ketika butuh tambahan modal usaha, ia meminjam ke Obor Mas.
“Usaha kami lancar,anak-anak kami bisa nyaman sekolah. Kami juga bisa merehab rumah. Selama ini, kami hanya dengan Obor Mas saja,” imbuh Ny.Elfi.
Peternak Ayam dan Babi
Jatuh bangun usaha dialami peternak ayam Kampung Unggulan Balitnak (KUB), Damianus Rofinus S.Muda. Diingatnya memulai usaha 4 Agustus 2016. Beberapa waktu berjalan usahanya, banyak anak ayam mati di tempat usaha yang serba sederhana tak menyurutkan semangat. Serangkaian pelatihan usaha diselenggarakan PT Sumber Unggas Indonesia di Distan Maumere yang diikutinya, Rofinus menemukan arah usaha beternak ayam KUB.
Lahan 18x20 meter di Dusun Kloangbolat, Desa Geliting ‘disulap’ permanen dan mendatangkan 800 ekor ayam KUB di tahun 2019. Saat ini, populasi itu telah produksi memenuhi pasaran.
Usaha Rofin, sapaannya yang semakin baik membuatnya boleh tersenyum ketika memperoleh dukungan pinjaman dana LPBD bulan Oktober 2020. Dana itu digunakan untuk pengadaan pakan dan mendatangkan anak ayam KUB.
Lebih menggembirakanya muncul tawaran perdana dari Desa Kojawair untuk kerjasama suplai telur ayam kampung dan daging ayam untuk program anak stunting dan pemberian makan tambahan kepada ibu hamil. Peluang itu segera disambutnya yang disusul enam desa dan Puskesmas Hewokolang serta Desa Watumilok di Kecamatan Kangae.
Rofin boleh tersenyum. Setiap hari ia harus mengirim 180 butir telur ayam ditaksasi Rp 5.000.butir dan daging ayam kampung Rp 150.000/ekor sesuai ukuran berat berkisar 1 Kg- 1,5 Kg sebanyak 16 ekor/minggu.
Rofin mengaku mulai kewalahan memenuhi pasokan telur ayam kampung dan daging. Ia menolak tawaran bermitra dari desa-desa lain kepadanya. Ia berharap perluasan usaha dan menunggu produksi tambahan dari ayam-ayam belia akan menjawabi permintaan ini.
“Anak-anak stunting setelah makan telur ayam kampung dan makan daging ayam kampung menunjukkan perumbuhan yang bagus,” senyum Rofin, Sabtu (28/11/2020).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/peternak-ayam-kub-damianus-rofinus-smuda.jpg)