Rabu, 22 April 2026

Berita Sikka

Pinjaman LPDB Bikin Leluasa UKM Binaan Kopdit Obor Mas

Bergabung dengan  KSP Kopdit Obor Mas  2019 dan  datangnya tawaran  pinjaman murah dana LPBD  seolah memberi angin segar ketika  ia butuh tambahan mod

Penulis: Eugenius Moa | Editor: Ferry Ndoen
pos-kupang/eginius mo’a
Peternak ayam KUB, Damianus Rofinus S.Muda,di lokasi usaha Dusun Kloangbolat, Desa Geliting, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Sabtu (28/11/2020). 

POS-KUPANG.COM,MAUMERE,--Pagi  hari Jumat (27/11/2020). Ny.Karolina  Elfiana Pare (38) baru saja menyelesaikan persiapan bahan-bahan masakan di Warung Kembar, tempat usahanya di sisi ruas  Jalan Trans Flores Maumere-Larantuka di  Dusun Habi Hodor, Desa  Talubura, 43  Km arah timur  Kota Maumere.

Setahun lalu, Ny.Elfi—sapaan Elfiana dan suaminya  Wens Bartono  memutuskan ‘banting stir’ membuka warung makan  setelah usaha kios yang semakin banyak pesaing.  Bikin warung sekaligus  menyalurkan hobi memasak digeluti Ny.Elfi sedari usia muda.

Menu unggulan ikan asam  berasal dari  ikan karang segar tangkapan nelayan di Pantai Utara  Laut Flores. Sekali  datang  makan kuah asamnya, akan kembali  lagi.  Setiap hari selalu saja ‘ramai’ didatangi konsumen, selain  pesanan dari kantor dan  sekolah-sekolah.

Peminat yang terus bertambah membutuhkan suplai dana memperluas usahanya. Ketika tawaran pinjaman murah dana LPDB dari  KSP Kopdit Obor Mas menghampirinya  tak disia-siakan Ny.Elfi. Bunga pinjaman murah  0,9 persen/bulan  atau 11 persen/tahun.

“Pinjaman (LPDB) dari Obor Mas sangat bantu kami. Angsuran kecil, bahkan sebelum  jatuh tempo kami sudah  bayar,” ujar Ny.Ellfi.

Kemitraan dengan Obor Mas diakui  Ny.Elfi sejak 2008  ketika mereka membuka penggilingan padi. Semanjak itu sampai  saat ini,  ketika butuh tambahan modal usaha, ia  meminjam  ke Obor Mas.

“Usaha kami lancar,anak-anak kami bisa nyaman sekolah. Kami  juga bisa merehab rumah. Selama ini, kami  hanya dengan Obor Mas saja,”  imbuh Ny.Elfi.

Peternak Ayam dan Babi

Jatuh bangun usaha  dialami peternak ayam  Kampung Unggulan Balitnak (KUB), Damianus Rofinus S.Muda. Diingatnya memulai usaha 4 Agustus 2016.  Beberapa  waktu berjalan usahanya, banyak anak  ayam mati di  tempat usaha yang serba sederhana tak menyurutkan semangat. Serangkaian pelatihan usaha diselenggarakan PT Sumber Unggas Indonesia di  Distan Maumere yang diikutinya,  Rofinus menemukan arah usaha beternak ayam KUB.

Lahan 18x20  meter di Dusun Kloangbolat, Desa Geliting ‘disulap’ permanen dan mendatangkan 800 ekor ayam KUB di  tahun 2019.  Saat ini, populasi  itu telah produksi memenuhi pasaran.

Usaha Rofin, sapaannya yang semakin baik membuatnya  boleh tersenyum ketika memperoleh dukungan pinjaman  dana LPBD bulan  Oktober  2020.  Dana itu digunakan untuk pengadaan pakan dan mendatangkan anak ayam KUB.

Lebih menggembirakanya muncul tawaran perdana dari   Desa  Kojawair untuk kerjasama  suplai  telur ayam kampung dan daging ayam untuk program  anak stunting dan pemberian makan tambahan kepada ibu hamil. Peluang  itu segera disambutnya yang  disusul enam  desa  dan Puskesmas Hewokolang serta Desa Watumilok di Kecamatan Kangae.

Rofin boleh  tersenyum.  Setiap hari ia harus mengirim  180  butir telur ayam ditaksasi Rp 5.000.butir dan  daging ayam kampung  Rp  150.000/ekor sesuai ukuran berat   berkisar 1  Kg- 1,5  Kg sebanyak  16 ekor/minggu.

Rofin mengaku mulai kewalahan memenuhi pasokan telur  ayam kampung dan  daging. Ia menolak tawaran bermitra dari desa-desa lain kepadanya. Ia  berharap  perluasan usaha dan menunggu produksi  tambahan  dari  ayam-ayam   belia akan menjawabi permintaan ini.

“Anak-anak  stunting setelah makan  telur ayam  kampung dan makan  daging ayam  kampung menunjukkan perumbuhan yang bagus,” senyum Rofin, Sabtu (28/11/2020).

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved