Perang Dagang China Australia
Bak Durian Runtuh, China dan Australia Perang Dagang, Indonesia yang Dapat Berkah, Ini Alasanya!
Bak Durian Runtuh, China dan Australia Perang Dagang, Indonesia yang Dapat Berkah, Ini Alasanya!
Bak Durian Runtuh, China dan Australia Perang Dagang, Indonesia yang Dapat Berkah, Ini Alasanya!
POS-KUPANG.COM, BEIJING - Indonesia bak dapat durian runtuh dari perang dagang antara China dengan Australia.
Bagaimana tidak, Indonesia justeru dapat berkah dari perang dagang kedua negara.
Perang dagang antara China dan Australia berawal dari larangan China untuk membeli batubara dari negeri Kanguru tersebut..
China melarang pembelian batubara dari Australia dan mengalihkan kebutuhan batubara dari Indonesia.
Hubungan diplomatik Australia dengan China memanas sejak China meningkatkan aktivitas militer di Laut China Selatan dan di dekat selat Taiwan.
Baca juga: Niat Hati Ingin Netral di Laut China Selatan, Negara Ini Malah Jadi Ladang Perang Baru China AS
Bahkan, Australia meningkatkan belanja militer sejak peningkatkan aktivitas China tersebut.
Sekitar 60 kapal pengangkut batubara Australia sedang terkatung-katung, karena dilarang untuk bongkar kargo di China.
Sementara itu China telah menyetujui pembelian batubara termal dari Indonesia.
Pemerintah China pekan ini secara tersirat menyatakan batubara metalurgi dari Australia memiliki masalah "kualitas lingkungan hidup" sehingga tertahan di pelabuhan.
Batubara jenis metalurgi digunakan untuk produksi baja, sedangkan batubara jenis termal digunakan untuk pembangkit listrik.
China telah mengisyaratkan batubara Australia senilai hampir 700 juta dollar Australia, atau lebih dari Rp 7 triliun, ditahan di pelabuhan karena masalah "kualitas lingkungan".
Menurut laporan Bloomberg, setidaknya 60 kapal curah pengangkut batubara dari Australia terkatung-katung pada bulan November di dua pelabuhan utama China.
Otoritas China sebelumnya tidak menjelaskan alasan pasti dari penundaan, namun Selasa (24/11/2020), juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian untuk pertama kalinya memberi penjelasan terkait dengan masalah kualitas batubara tersebut.
"Dalam beberapa tahun terakhir, Bea Cukai China telah melakukan pemantauan dan analisis risiko atas keamanan dan kualitas batubara impor dan menemukan batubara impor yang tidak memenuhi standar lingkungan secara umum," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/dollar-australia.jpg)