Minggu, 19 April 2026

Berita Lembata Terkini

Anak Korban Kekerasan Telantar, Pemda Lembata Harus Siap Rumah Aman, Ini Alasannya

Ada rumah aman pendampingan lebih baik. Bisa hadirkan pastor, psikolog dan pendamping khusus untuk sembuhkan jiwa mereka. Masa wila

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Ferry Ndoen
Foto/Ricko Wawo
Ketua LSM Permata dan Relawan Permata Rini Banguhari saat ditemui di Kawasan Wangatoa, Selasa (24/11/2020) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM-LEWOLEBA-Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Permata Maria Loka mengharapkan pemerintah daerah bisa segera menyiapkan Rumah Aman atau Rumah Singgah bagi korban kekerasan anak dan perempuan di Lembata.

Kata Maria Loka, peningkatan kasus kekerasan anak dan perempuan di Lembata per tahun rupanya tak diiringi dengan itikad baik pemerintah daerah menyiapkan fasilitas yang bisa menjamin persiapan kehidupan para korban sebelum kembali ke lingkungan sosial masyarakat.

Maria Loka menceritakan saat ini dia sedang menampung di rumahnya korban anak yang mengalami kekerasan seksual oleh bapak tirinya. Anak tersebut diinapkan sementara di rumahnya karena tidak ada fasilitas Rumah Aman yang memungkinkan dia tinggal sementara. Selama ini, katanya, para korban selalu dibiarkan telantar tanpa ada pendampingan yang serius dari relawan sosial atau psikolog.

"Mereka butuh rumah aman atau rumah singgah sehingga mereka didampingi dulu sebelum kembali ke masyarakat," katanya di Lewoleba, Rabu (25/11/2020).Hal senada juga diutarakan Relawan Permata Rini Banguhari. Menurut Rini, kalau sudah ada Rumah Aman bagi para korban kekerasan maka, pendampingan-pendampingan rohani dan psikologi bisa diterapkan. 

"Ada rumah aman pendampingan lebih baik. Bisa hadirkan pastor, psikolog dan pendamping khusus untuk sembuhkan jiwa mereka. Masa wilayah lain saja sudah ada, di sini tidak ada," tukasnya.
Rumah Aman atau Rumah Singgah ini dikelola oleh pemerintah daerah atau bekerja sama dengan LSM sebagai pihak ketiga juga bisa.

"Sekarang saja ada anak yang jadi korban pelecehan justru ada pencobaan pemerkosaan lagi. Kalau ada rumah aman kan mereka bisa dikontrol," pungkasnya.

Area lampiran

 

BalasTeruskan

Ketua LSM Permata dan Relawan Permata Rini Banguhari saat ditemui di Kawasan Wangatoa, Selasa (24/11/2020)
Ketua LSM Permata dan Relawan Permata Rini Banguhari saat ditemui di Kawasan Wangatoa, Selasa (24/11/2020) (Foto/Ricko Wawo)

 
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved