Kamis, 9 April 2026

Jalan Hale-Kilawair Yang Heboh di Medsos Akan Diperbaiki

Jalan Hale-Kilawair di Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka yang heboh di media sosial ( Medsos) akan dilakukan perbaiki

Penulis: Aris Ninu | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Aris Ninu
Kabag Forkopimda Sikka, Verry Awales 

POS-KUPANG.COM | MAUMERE-Jalan Hale-Kilawair di Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka yang heboh di media sosial ( Medsos) akan dilakukan perbaiki pada tahun depan menggunakan dana pinjaman daerah. Di mana jalan tersebut pada tahun 2019 pernah diperbaiki pemerintah usai para tokoh masyarakat menemui Bupati Sikka. Namun karena sudah hujan maka kondisi jalannya kembali ditutupi kerikil dan tanah.

"Pemkab Sikka melalui dana pinjaman sudah memasukkan ruas jalan Hale-Kilawair dan Bola-Hale guna diperbaikki pada tahun depan. Jalan yang rusak di ruas Hale-Kilawair pernah diperbaikki menggunakan alat berat. Bupati Sikka pun sudah meminta Dinas PUPR Sikka ke lokasi guna melakukan survey agar ada perbaikki tahun depan. Dana yang dipakai untuk pengerjaan jalan tersebut menggunakan dana pinjaman yang sedang dilakukan Pemkab Sikka bersama DPRD," kata Kabag Forkopimda Sikka, Verry Awales saat dikonfirmasi POS-KUPANG.COM di Maumere, Selasa (24/11/2020) pagi.

Baca juga: Garda Pemuda NASDEM NTT Gelar Rapat Kerja Wilayah Menangkan Paket Nasdem dalam Pilkada

Ia menegaskan, pihaknya sudah menghubungi Kadis PUPR Sikka dan telah diberikan jawaban kalau pada tahun depan ruas jalan Hale-Kilawair dan Bola-Hale sudah dimasukkan dalam program untuk diperbaikki.

"Ruas jalan Hale-Kilawair dan Bola-Hale sudah dimasukkan dalam program menggunakan dana pinjaman agar diperbaikki," tegas Kabag Verry.

Baca juga: Cinta Laura: Tak Diet

Sebelumnya, akses jalan yang belum diperbaikki karena masih jalan tanah berdampak pada warga Dusun Glak, Desa Hale, Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka mengalami kejadian menyedihkan pada Minggu (22/11/2020) pagi.

Di mana ada warga bernama Nurhayati yang sedang mengikuti ibadah di Kapela Glak terjatuh. Nurhayati pun ditandu warga secara bergotong-rotong melintas jalan yang belum diaspal. Proses evakuasi Nurhayati ke Puskesmas Mapitara melintas beberapa jalan tanah divideokan warga. Warga dalam video tersebut tampak melewati jalan tanah sambil memikul Nurhayati.

Kisah Nurhayati yang merupakan kader posyandu di Desa Hale sungguh memprihatinkan. Di mana kejadian tersebut diupload di media social melalui akun facebook warga bernama Albertus Ruben.

Peristiwa yang memilukan tentang Nurhayati ditandu di jalan rusak membuat heboh di media sosial.

Stefanus Sumandi, anggota DPRD Sikka yang berasal dari Kecamatan Mapitara kepada POS-KUPANG.COM di Maumere meneegaskan, kalau ada warga di Glak yang meninggal dunia lalu ditandu melintas jalan yang belum diperbaikki sempat dimuat di media sosial.

"Ia benar kejadiannya di Glak dan ada warga melalui akun facebook menguploap proses evakuasi pasien yang pingsan melintas jalan tanah," kata Stefanus.

Ia mengatakan, kalau akses jalan ke Glak memang belum ada perhatian dan sudah diangkat beberapa kali dalam sidang.

Mengenai akses kesehatan, Stefanus menyebutkan ada poskesmas tapi tidak ada tenaga medis karena belum ada listrik di sarana kesehatan tersebut.

Informasi yang diperoleh POS-KUPANG.COM di Maumere, Selasa (24/11/2020) pagi menjelaskan, Nurhayati, warga Dusun Glak, Desa Hale, Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka ditandu pakai sarung oleh sejumlah warga .

Nurhayati digotong karena pingsan dan hendak dibawa ke Puskesmas Mapitara melewati jalan tanah di desa itu.

Wanita berusia 40 tahun ini akhirnya meninggal dunia di jalan. Nurhayati berhasil dievakuasi warga ke Poskesdes akan tetapi petugas medis yang ditugaskan tidak ada di Poskesdes Glak.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved