Habib Rizieq Shihab

Sebut Soal Demokrasi Jalanan, Jusuf Kalla: Kenapa Mereka Tak Percaya DPR tapi Percaya Habib Rizieq?

Mantan Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla (JK), buka suara soal kepulangan Habib Rizieq Shihab ke tanah air.

Editor: Benny Dasman
Kompas.com
Mantan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla saat bertemu Paus Fransiskus di Vatikan. 

POS KUPANG, COM- Mantan Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla (JK), buka suara soal kepulangan Habib Rizieq Shihab ke tanah air.

Menurut JK, banyaknya massa yang mendukung Habib Rizieq karena adanya kekosongan pemimpin yang mampu menyerap aspirasi masyarakat.

Padahal, harusnya tugas tersebut menjadi tanggung jawab DPR.

"Adanya kekosongan itu, begitu ada pemimpin yang karismatik atau ada yang berani memberikan alternatif maka orang mendukungnya. Masalah Rizieq itu jadi indikator bahwa ada proses yang perlu diperbaiki dalam sistem demokrasi kita," katanya dalam Webinar Kebangsaan, dikutip Kompas.tv dari YouTube PKSTV, Jumat (20/11/2020).

Hal tersebut, katanya, lama kelamaan bisa mengembalikan demokrasi Indonesia menjadi demokrasi jalanan karena masyarakat kecewa.

JK pun mengkritisi para pemimpin yang dipilih oleh rakyat tetapi enggan mendengarkan aspirasi rakyat.

"Jangan sampai kita kembali lagi ke demokrasi jalanan, ini bisa kembali apabila wakil-wakil yang dipilihnya tidak memperhatikan aspirasi seperti itu," ujarnya.

Lebih lanjut, dia menilai ada kekosongan sistem atau cara berdemokrasi yang harus diperbaiki khususnya yang terkait dengan ideologi keislaman yang diisi oleh ketokohan Rizieq Shihab.

Menurut JK, persoalan Habib Rizieq merupakan suatu indikator bahwa proses sistem demokrasi yang berjalan di Indonesia harus diperbaiki.

"Kenapa ratusan ribu orang itu, kenapa dia tidak percaya DPR untuk berbicara? Kenapa tidak dipercayai partai-partai, khususnya partai Islam untuk mewakili masyarakat itu, kenapa masyarakat memilih Habib Rizieq untuk menyuarakan, yang punya aspirasi," papar JK.

Jubir Bantah Jusuf Kalla Biayai Kepulangan Rizieq Shihab ke Indonesia

Juru bicara eks Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK), Husein Abdullah, menyatakan tulisan 'Sang Bandar Chaplin Pun Akhirnya Keluar Sarangnya Karena Kepanasan' tak memiliki data yang valid.

Diberitakan Tribunnews.com, tulisan itu dibuat oleh pengamat sosial politik Rudi S. Kamri.

Diduga tulisan tersebut dikaitkan dengan JK karena Chaplin yang dimaksud ialah Charlie Chaplin, komedian legendaris asal AS, yang memiliki kesamaan kumis dengan JK mantan wapres RI ke-10.

"Kalau itu ditujukan kepada Pak JK, maka tulisan tersebut merupakan sebuah tuduhan membabi buta, tanpa fakta dan data yang jelas. Tepatnya cocoklogi," kata Uceng, sapaan karib Husein, dalam keterangan tertulis, Minggu (22/11/2020).

Di dalam tulisan, Rudi menyinggung Chaplin-lah yang membiayai Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab pulang ke Indonesia.

Uceng menegaskan, JK tidak memiliki hubungan sama-sekali terkait dengan kepulangan Rizieq.

Katanya, JK tidak pernah mengkomunikasikan maupun mendanai kepulangan Rizieq.

"Pak JK tidak pernah mengkomunikasikan atau pun mendanai kepulangan HRS (Habib Rizieq Shihab)," kata Uceng.

Uceng bilang, sejumlah buzzer saat ini sedang membangun opini negatif terhadap JK sejak sejak kepulangan Habib Rizieq ke Tanah Air.

"Tuduhan yang bermula dari ciutan Ferdinand Hutahean pada akun Twitter-nya yang sebelumnya dalam suatu dialog di tvOne dengan saya, Ferdinand terbukti tidak mampu membuktikan kebenaran ciutannya itu," ujarnya.

"Kebohongan Ferdinand ini lalu dijadikan dasar oleh Rudi S Kamri, membangun kebohongan baru," imbuh Uceng.

Uceng menambahkan, perjalanan JK ke Vatikan dan Mekkah pada 20-25 Oktober 2020 lalu sebenarnya untuk menemui Pemimpin Umat Khatolik Paus Fransiskus dalam rangka penjurian pemberian gelar Sayeed Award for Human and Fraternity.

Kegiatan tersebut digagas oleh Paus Fransiskus dengan Imam Besar Al-Azhar Syeikh Ahmad Al Tayeb.

"Dalam kapasitas Pak JK sebagai juri mewakili Asia atas penghargaan tersebut, bersama mpat juri dari benua berbeda merasa perlu bertemu langsung dan berdiskusi tentang kriteria nominator untuk penghargaan ini," katanya.

"Setelah bertemu Paus Fransiskus di Vatikan, Pak JK melanjutkan perjalanan ke Riyadh Saudi Arabia, menyaksikan penandatanganan perjanjian kerjasama Pembangunan Museum Rasulullah Muhammad SAW yang akan dibangun di Jakarta," sambung Uceng.

Hadir di acara tersebut antara Dewan Mesjid Indonesia yang diwakili Komjen Pol (Purn) Drs. Syafruddin, M.Si selaku Wakil Ketua DMI dengan Abdul Rahman bin Muhammad Al Mathar selaku Deputi Eksekutif Liga Dunia.

"Usai penandatangan ini, karena sudah berada di Saudi Arabia, sebagai muslim tidak afdol rasanya jika Pak JK tanpa menunaikan ibadah umrah," kata Uceng.

"Saya sampaikan, Perjalanan Pak JK ke Vatikan dan Mekkah murni perjalanan misi kemanusiaan dan ibadah. Tidak bersangkut paut dengan kepulangan HRS apalagi politik dalam negeri apalagi 2024," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jubir Bantah Jusuf Kalla Biayai Kepulangan Rizieq Shihab ke Indonesia Kompas.tv dengan judul Jusuf Kalla: Banyaknya Massa Rizieq Ini karena Para Pemimpin dan DPR Tak Serap Aspirasi Rakyat

(TribunnewsWiki.com/Nr)

https://www.tribunnewswiki.com/2020/11/23/sebut-soal-demokrasi-jalanan-jusuf-kalla-kenapa-mereka-tak-percaya-dpr-tapi-percaya-habib-rizieq?page=3

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved