Keracunan di TTS
Tersisa 3 Korban Keracunan Yang Diinfus
Kadis Kesehatan Kabupaten TTS, dr. Irene Atte, Rabu (18/11/2020) siang meninjau para korban keracunan makanan yang dirawat di Posko Pen
Penulis: Dion Kota | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Dion Kota
POS-KUPANG.COM - Kadis Kesehatan Kabupaten TTS, dr. Irene Atte, Rabu (18/11/2020) siang meninjau para korban keracunan makanan yang dirawat di Posko Penanganan Korban Keracunan Makanan, di Desa Tetaf, Kecamatan Kuatnana.
Saat ini hanya tersisa tiga korban keracunan makanan yang masih dipasangi infus.
Kepada POS-KUPANG. COM melalui sambungan telepon, dr. Irene mengatakan, mayoritas korban keracunan makanan sudah diijinkan kembali ke rumah masing-masing karena kondisinya telah stabil.
Sementara tiga korban yang masih dipasangi infus kondisinya perlahan mulai stabil. Dirinya optimis paling lambat sore ini seluruh korban keracunan makanan sudah bisa kembali ke rumahnya masing-masing.
" Sisa tiga korban yang masih menggunakan infus. Kita optimis sore ini kondisi ketiganya sudah stabil dan bisa kita ijinkan pulang," ungkap Irene.
Kepada masyarakat, Irene Menghimbau untuk selektif dalam memilih bahan makanan dan menjaga kebersihan dalam proses pengolahan makanan. Bagi masyarakat yang hendak mengadakan acara syukuran ataupun pesta dihimbau untuk berkoordinasi dengan puskesmas terdekat agar bisa diliat atau dipantau proses pengolahan makanan sampai penyajian.
" Bagi masyarakat yang mau pesta atau syukur bisa berkoordinasi dengan puskesmas terdekat sehingga mulai dari pemilihan bahan makanan, proses memasak hingga penyajian benar-benar bersih dan sehat," imbaunya.
Diberitakan sebelumnya, Perayaan hari ulang tahun (HUT) PAR GMIT Imanuel Kuatnana, Selasa (17/11/2020) berujung kasus keracunan massal.
Usai menyantap makanan dan minuman yang disediakan panitia, para peserta mengalami gejalah mual-mual, sakit kepala, mencret hingga muntah. Para korban pun langsung dibawa ke Puskesmas Tetaf guna mendapatkan pertolongan medis.
Kadis Kesehatan Kabupaten TTS, dr. Irene Atte mengatakan, kasus keracunan massal ini bermula dari perayaan HUT PAR di lapangan Nekmese Kuatnana. Kegiatan tersebut mayoritas diikuti oleh anak-anak dan kaum remeja. Kegiatan awalnya berjalan dengan baik hingga santap bersama. Namun usai santap bersama, para peserta kegiatan mulai merasakan gejala keracunan. (din)
Area lampiran
BalasTeruskan
Baca juga: Mengintip Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Loh Buaya Pulau Rinca, Manggarai Barat - NTT
