Sabtu, 9 Mei 2026

417 Guru dan Kepala SMP di Manggarai Timur Ikuti Sosialisasi AKM 

Dan simulasi skala besar yang melibatkan siswa direncanakan dimulai pada 1 Desember ini

Tayang:
Penulis: Robert Ropo | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Sekda Manggarai Timur Ir Boni Hasudungan Siregar saat membuka kegiatan Sosialiasi AKM. 

417 Guru dan Kepala SMP di Manggarai Timur Ikuti Sosialisasi AKM 

POS-KUPANG.COM | RUTENG--Sebanyak 417 orang Kepala Sekolah dan guru SMP di wilayah Kabupaten Manggarai Timur mengikuti kegiatan Sosialisasi Asessemen Kompentensi Minimum (AKM) dan Pengembangan Pembelajaran Berbasis Digital.

Kegiatan ini dibuka oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Manggarai Timur Ir Boni Hasudungan Siregar. Kegiatan itu berlangsung di Aula Kantor Koperasi AMT di Peot, Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong, Rabu (18/11/2020).

Sekda Boni dalam sambutanya saat membuka kegiatan itu mengatakan, Asesmen Nasional (AN) merupakan upaya memotret secara komprehensif mutu proses dan hasil belajar Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Informasi dari AN diharapkan dapat memperbaiki kualitas proses pembelajaran di Satuan Pendidikan sebab AN merupakan bagian dari peningkatan evaluasi mutu pendidikan dan merdeka belajar.

Menurutnya AN tidak hanya mengajarkan untuk sekolah, tetapi sebagai penanda perubahan paradigma tentang evaluasi belajar. Perubahan paradigma tidak lagi mengevaluasi capaian murid secara individu, tetapi mengevaluasi dan menentukan pendidikan berupa input dan proses mutu pendidikan.

Dikatakan Sekda Boni, AKM merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. AKM dirancang untuk menghasilkan informasi yang memicu perbaikan kualitas belajar mengajar dengan tujuan dapat meningkatkan hasil belajar murid.

Lanjut Sekda Boni, pelaporan hasil AKM dirancang untuk memberikan informasi mengenai tingkat kompetensi murid. Tingkat Kompetensi itu dapat dimanfaatkan guru untuk menyusun strategi pembelajaran yang efektif dan berkualitas sesuai dengan tingkat capaian murid.

Kabid Pembinaan SMP dinas PPO Kabupaten Matim, Vinsensius Tala, S.Pd, didampingi Kepala Seksi Kurikulum Bidang SMP Bruno Ismail, M.Pd juga menambahkan, dengan bergantinya Menteri Pendidikan yang baru Nadiem Makarim, maka banyak juga perubahan dimana salah satunya sebelumnya dilakukan Ujian Nasional (UN) sekarang menjadi AN.

Dijelaskan Tala, pola yang dilakukan dalam AN ini yakni Ujian Berbasisi Komputer Daring (UBKD). Ada tiga yang diuji yakni pertama Asesmen Kompetensi Minimum yang menekankan pada kecakapan literasi dan kecakapan numerasi.

"Terkait literasi dan Numerasi ini banyak orang beranggapan bahwa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika saja, padahal tidak karena terintegrasi pada setiap mata pelajaran,"tegas Tala.

Kedua, survei karakter, namun fokus untuk survei karakter untuk AN pada tahun 2021 lebih pada kejujuran. Dan ketiga, survei lingkungan belajar. 

Lanjut Tala, selain itu pada sebelumnya model pertanyaan yang diberikan kepada siswa itu yakni 5 W + 1 H, namun sekarang berubah dalam bentuk keterampilan berpikir tingkat tinggi. 

Tala juga menambahkan, untuk ujian nasional yang diuji itu hanya untuk kelas 3 SMP saja dan diukur hanya aspek komunitif. Sedangkan AN itu sifatnya sampling untuk kelas menengah yaitu kelas 5, 8 dan kelas 11. 

"kalau untuk jenjang SD sebanyak 36 siswa, sedangkan jenjang SMP sebanyak 45 siswa lalu dipilih secara acak. Lalu dia tidak mengukur kemampuan individual siswa, tetapi lebih mengukur pada mutu dari setiap satuan pendidikan itu sendiri,"jelas Tala.

"karena asesmen itu diujikan kepada siswa kelas 8, sedangkan guru juga akan diuji berupa asesmen pedagogi dan asesmen profesional serta pengawas juga akan diuji manegerial dan pengawas diuji supervisinya. Sehingga dinilai secara full satu persatu mulai dari Dinas sampai pada siswa,"tambah Tala.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved