Angkatan Laut Malaysia Sering Serobot ke Wilayah Indonesia, Ini Perbandingan TLDM dan TNI AL
Malaysia kerap mengklaim wilayah Indonesia sebagai wilayahnya, salah satu klaim yang belum dilupakan adalah wilayah peraran Ambalat
Angkatan Laut Malaysia Sering Serobot ke Wilayah Indonesia, Ini Perbandingan TLDM dan TNI AL
POS KUPANG.COM -- Malaysia kerap mengklaim wilayah Indonesia sebagai wilayahnya, salah satu klaim yang belum dilupakan adalah wilayah peraran Ambalat
Wilayah yang berada di antara Pulau Kalimantan dan Sulwesi itu pernah diterobos dua kapal perang Malaysia.
Bahkan kapal perang Maalysia dari Tentara Laut Diraja Malaysia atau TLDM itu sampai menganggu proyek pembangunan mercusuar di di karang di perairan Ambalat sebelum diusir oleh kapal perang TNI AL dan sejumlah anggota marinir TNI AL
Bagimana perbandingan kekuaran militer AL kedua negeara
Sebenarnya saat ini menghitung kekuatan sebuah angkatan laut dari banyaknya kapal perang bukan jadi patokan.
Yang terpenting sebelum menghitung jumlah kapal perang, penting juga menghitung kesiapsiagaan armada, logistik, personel hingga persenjataan di kapal.
Baca juga: Sudah Janda Padahal Baru 17 Tahun, Jadi Penggoda Para Pemuda Hingga Tewas di Kos-kosan
Baca juga: Muncul Lagi Video Panas Artis , Kali ini Mirip Anya Geraldine Sang Artis Langsung Beri Klarifikasi
Baca juga: Pakar Mikro Ekspresi Bongkar Pesan Terselubung Video Syur Mirip Gisella Anastasia, Ada Kejanggalan
Percuma jika punya kapal perang banyak, canggih namun perawatan amburadul dimana akan menurunkan kesiapsiagaan dan tentunya akan jadi makanan empuk musuh.
Contoh saja Uni Soviet saat ambruk, punya banyak kapal perang namun mangkrak karena dana operasional tak mencukupi.
Dua negara bertetangga ini memang tidak pernah terlibat peperangan besar, namun kerap menunjukkan ketegangan.
Jika menilik ke belakang, Indonesia dan Malaysia memiliki sejarah konfrontasi yang sengit.
Pada tahun 1961, Indonesia menentang rencana pembentukan Negara Federasi Malaysia.
Saat itu merupakan masa orde lama, pemerintahan Presiden Soekarno.
Melansir Kompas.com yang mengutip Sejarah Diplomasi di Indonesia (6/3/2020), saat itu Malaysia rencananya terbentuk dari Persekutuan Tanah Melayu, Singapura, Sarawak, Brunei, dan Sabah.
Presiden Soekarno menentangnya menganggap pembentukan Negara Federasi Malaysia adalah proyek neokolonialisme Inggris.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/marinir-saat-hut-tni-ke-72_20171005_220130.jpg)