Breaking News:

Salam Pos Kupang

Lindungi Anak dari Covid

SUDAH hampir lebih dari delapan bulan, sebagian besar daerah menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah

Lindungi Anak dari Covid
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - SUDAH hampir lebih dari delapan bulan, sebagian besar daerah menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah (BDR).

Kebijakan yang diambil pemerintah dengan persetujuan berbagai komponen termasuk orangtua ini tidak hanya sekedar upaya menghentikan penyebaran virus ini. Salah satu tujuannya adalah melindungi anak, terutama anak di bangku sekolah dari Covid-19 ini.

Meskipun potensi anak tertular Virus Corona boleh dikatakan jauh lebih kecil dari orang dewasa, namun fakta menunjukan bahwa pada sejumlah kasus anak-anak menjadi mudah terjangkit Covid-19 ini. Sejumlah media melaporkan, dari hasil pertambahan kasus Covid-19 cukup banyak anak yang terpapar Virus Corona baik dari orang tuanya maupun dari orang-orang disekitarnya.

Baca juga: Altar 89 Bagi Sembako dan Masker kepada Masyarakat di Perbatasan RI-RDTL

Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Kupang, Ernest Ludji beberapa waktu lalu menjelaskan dari 24 kasus baru Covid-19 yang terjadi di Kota Kupang, pada Senin (2/11) terdapat 10 orang dalam usia anak. Pasien positif ini merupakan transmisi lokal dengan usia 7 tahun dua orang, 9 tahun 1 orang, 10 tahun 2 orang, 13 tahun 1 orang, 14 tahun 2 orang, 15 tahun 1 orang, 18 tahun 1 orang.

Pada Rabu (4/11) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 NTT merilis terdapat seorang bayi berusia 7 bulan di Kabupaten Nagekeo yang hari ini terkonfirmasi positif corona akibat transmisi lokal.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Masyarakat Diminta Terapkan Perilaku Hidup Sehat

Sebelumnya, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 NTT juga melaporkan pada tanggal 12 Oktober terdapat 3 orang anak di Kota Kupang dan Kabupaten Ende terkonfirmasi positif corona melalui hasil pemeriksaan swab. Ketiga anak tersebut, 2 orang berasal dari Kota Kupang masing-masing berumur 8 tahun dan 16 tahun, serta 1 orang anak di Kabupaten Ende berumur 10 tahun.

Fakta di atas membuktikan bahwa anak-anak juga sangat rentan terinfeksi dari orang-orang terdekat mereka. Upaya melindungi anak-anak dari ancaman terjangkit Corona perlu ditingkatkan.

Selain meningkatkan kedisplinan terhadap perilaku sehat dan upaya mencegah Covid seperti memakai masker, mencuci tangan pakai sabun serta menjaga jarak pada anak, juga terutama adalah contoh yang baik dari orang dewasa terutama orang tua.

Perilaku yang tidak sehat maupun perhatian pada gizi dan imunitas tubuh pada anak telah menyebabkan potensi anak terjangkit virus ini sangat besar. Perilaku orang dewasa yang tidak peduli terhadap protocol kesehatan menjadi pintu masuk bagi kasus terjangkitnya virus ini.

Pada sisi lain, kebijakan-kebijakan yang diambil terkait upaya pencegahan Covid-19 untuk melindungi anak-anak maupun masyarakat secara umum juga harus benar-benar berkualitas dan dipastikan untuk dijalankan secara baik. Tugas melindungi anak dari Covid-19 harus menjadi perhatian semua komponen baik pemerintah maupun masyarakat.

Kenyataan meningkatnya jumlah penderita Covid-19 pada sejumlah daerah yang cukup signifikan ini, harus disikapi dengan upaya yang lebih serius lagi dalam mengkapnayekan dan menegakan dispilin pelaksanaan protocol kesehatan.

Fenomena yang memperlihatkan perilaku masyarakat bahkan para elit pengambil kebijakan yang terkesan meremehkan masalah Covid-19 perlu segera diperbaiki seperti kebiasaan pesta maupun acara-acara publik yang berpotensi kerumunan massa.

Upaya perlindungan anak terhadap Covid-19 maupun berbagai aspek kesehatan lainnya seperti pemenuhan gizi yang seimbang serta perlakuan dan kebijakan yang ramah terhadap anak adalah bagian dari upaya kita menyelamatkan dan menyediakan masa depan yang baik bagi anak, masyarakat maupun bangsa bahkan dunia ini. *

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved