Minggu, 3 Mei 2026

Pembunuhan di Nebe Sikka

Gara-Gara Tanah Pusaka, Fransiskus Dibacok Urbanus di Desa Nebe-Sikka

Tebasan Urbanus membuat tubuh Fransiskus bersimbah darah karena kepalanya terpisah dari tubuhnya. Kasus pembunuhan di Nebe ini telah ditangani aparat

Tayang:
Penulis: Aris Ninu | Editor: Ferry Ndoen

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM | MAUMERE-Kasus pembunuhan di Wairmitak, Desa Nebe, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikkka, Jumat (6/11/2020) pagi dipicu persoalan tanah.

Yang mana gara-gara tanah korban Fransiskus Meru (60), warga Wairmitak, RT/RW. 009/004, Desa Nebe, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka dibacok pakai parang oleh Urbanus Useng (49) sebanyak dua kali hingga kepala putus.

Tebasan Urbanus membuat tubuh Fransiskus bersimbah darah karena kepalanya terpisah dari tubuhnya.

Kasus pembunuhan di Nebe ini telah ditangani aparat Polres Sikka, Polsek Waigete dan Pospol Nebe.

Demikian data dari lokasi kejadian, Jumat (6/11/2020) siang.

Dalam kasus ini ada dua saksi yang mengetahui aksi Urbanus membunuh Fransiskus telah diidentifikasi aparat polisi.

Kronologis kejadian pembunuhan atas Fransiskus pada Jumat 6 November 2020 sekira pukul 07.00 wita bermula dari pelaku yang sudah berencana membunuh korban pergi di kebun korban/ TKP untuk mencari korban dengan membawa sebilah parang. Setelah pelaku tiba di kebun, pelaku melihat korban sementara memberi makan babi milik korban.Pelaku lalu memanggil korban bilang " Kawan ".

Begitu melihat pelaku, korban langsung lari. Pelaku mengejar korban dan tidak lama kemudian pelaku terjatuh di tanah lalu pelaku langsung mengayunkan parangnya 1 ( satu ) kali dan mengenai kepala korba. Pelaku kembali mengayunkan lagi parangnya 1 kali lagi ke arah leher korban sehingga leher korban putus dan terlepas dari tubuh korban

Akibat kejadian tersebut leher korban putus dan langsung meninggal dunia di TKP.

Selanjutnya, pelaku kembali ke rumahnya yang berjarak sekitar 2 Km. Di rumahnya, ia mencuci tangan dan mengganti pakaian lalu pelaku langsung menuju Pol Sub Sektor Nebe dan menyerahkan diri dengan membawa Barang Bukti berupa sebilah parang milik yang ia pakai membunuh korban.

Menurut keterangan pelaku, ia sudah lama merencanakan pembunuhan terhadap korban karena menurut pelaku, korban merebut tanah Pusaka miliknya sehingga ia menaruh dendam terhadap korban dan merencanakan pembunuhan tersebut.

Aparat Polres Sikka yang terjun ke TKP dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Sikka, Iptu Agha Septian dan Kapplsek Waigete serta Paur Identifikasi Polres Sikka bersama anggota

menghubungi Dokter Puskesmas Watubaing dan telah melakukan Visum Et Repertum luar tubuh korban.

Pelaku pun telah diamankan di Rutan Polsek Waigete. Kapolsek Waigete telah menghimbau keluarga korban agar masalah tersebut diserahkan kepada pihak Pores Sikka untuk dapat memprosesnya secara hukum dan keluarga tidak boleh melakukan tindakan diluar tindakan hukum dan agar keluarga menjaga kamtibmas di sekitar Desa Nebe.

Korban dan pelaku masih ada hubungan kekeluargaan tetapi masih jauh. Saat ini pelaku telah diamankan dirutan Polsek Waigete dan korban disemayamkan di rumah duka tepatnya di Wairmitak, Desa Nebe, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.

TKP-Aparat Polsek Sikka sedang berada di TKP kasus pembunuhan di Wairmitak, Desa Nebe, Kecamatan Talibura, Sikka.
2 Lampiran
TKP-Aparat Polsek Sikka sedang berada di TKP kasus pembunuhan di Wairmitak, Desa Nebe, Kecamatan Talibura, Sikka. 2 Lampiran (istimewa)
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved