Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, 5 November 2020: Akan Ada Sukacita di Surga Karena Satu Orang Bertobat

Yesus begitu populer di kalangan para pemungut cukai dan orang berdosa. Mereka sangat simpatik dengan ajaran-Nya.

Editor: Agustinus Sape
Dok Pribadi
RD Ambros Ladjar 

Oleh: RD Ambros Ladjar

POS-KUPANG.COM - Yesus begitu populer di kalangan para pemungut cukai dan orang berdosa. Mereka sangat simpatik dengan ajaran-Nya.

Namun di sisi lain, mereka yang tertarik ini juga menjadi obyek sindiran kaum Farisi dan ahli Taurat. Kepada Yesus mereka selalu mengajukan protes.

Jikalau Yesus itu RabI, Guru, mengapa harus makan dan berbaur bersama orang berdosa. Harusnya tak boleh. Sebab status sosial Yesus lebih tinggi dari kaum marginal.

Menghadapi tudingan itu, Yesus menyindir mereka dalam perumpamaan. Biarpun demikian mereka tetap tak sadar.

Yesus gunakan dua perumpamaan dalam Injil. Ada seratus ekor domba & satunya hilang. Juga Perempuan yang mempunyai Sepuluh Dirham dan satu dirham hilang. Kedua-duanya merasa tidak tenang sebelum mendapatkannya. Sebab itu usaha mereka adalah mencari sampai menemukan.

Bahkan mereka akan lebih bahagia kalau menemukannya. Hal ini diangkat Yesus terkait dengan tabit kaum elite Yahudi. Di mata Tuhan, mereka itu rasa diri sempurna.

Dari kedua pesan ini menunjukkan bahwa lebih baik satu orang berdosa yang butuh pertobatan dari pada sembilan puluh sembilan orang yang tak butuh pertobatan. Hal ini terkait dengan sikap orang Farisi & ahli Taurat. Mereka merasa sempurna sehingga tak butuh pertobatan. Semua manusia di hadapan Tuhan sama derajat. Enatah pemuka agama atau orang berdosa.

Dosa justru terjadi karena kesombongan. Sejak manusia pertama Adam & Hawa. Tuhan tak mau seorang pun hilang. Dia datang mencari dan menyelamatkan. Meskipun memiliki banyak dosa, Tuhan tak pernah tinggalkan kita. Dia akan bersukacita bila ada yang sadar dan kembali ke jalan yang benar. Tuhan tak menolak kita asal ada kemauan baik. Marilah dengan rendah hati kita datang kepada-Nya.

Selamat pagi sama saudara, para sahabat & segenap keluarga... Kita bangun sikap rendah hati di hadapan Tuhan. Tuhan memberkati kita. Amin.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved