Berita Malaka Terkini
Di Malaka - NTT, Penantian Panjang Warga Saenama akan Listrik Mulai Terjawabi
Penantian panjang selama 75 tahun usia Kemerdekaan RI akan pasokan listrik di Desa Saenama, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka kini
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong
POS-KUPANG.COM I BETUN--Penantian panjang selama 75 tahun usia Kemerdekaan RI akan pasokan listrik di Desa Saenama, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka kini terjawabi.
Selama ini di Desa Saenama, gelap gulita dan masyarakat hanya memandang tiang dan kabel yang terpasang sepanjang jalan. Namun saat ini, pemasangan kabel listrik sudah ke rumah-rumah dan sebagian sudah menikmati penerangan listrik.
Penjabat Kepala DesaSaenama, Brinsyna Elfrida Klau dikonfirmasi Pos-Kupang, Selasa (27/10) membenarkannya.
Menurut Elfrida yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Malaka ini, sekarang di Desa Saebama sementara pemasangan Listrik dari rumah ke rumah.
Dia mengakui dulunya Desa Saenama gelap gulita. Masyarakat hanya memandang tiang dan kabel yang terpasang sepanjang jalan sehingga nampak seperti kampung tak berpenghuni.
"Tapi skarang sudah terpasang listrik di 60-an rumah dan sudah mulai nampak perkampungan yang hidup karena masyarakat sudah bisaa jalan dengan aman saat malam hari," tutur Ida Klau.
Secara terpisah Kepala Bapeda Malaka, Remigus Asa, S.H mengatakan, dari total 127 desa yang ada di 12 kecamatan di Malaka, rata-rata jaringan listrik sudah masuk.
Kebutuhan akan listrik, katanya, secara umum sudah ada jaringan masuk ke desa masing-masing dan sebagian sudah terpasang listrik di rumah-rumah.
Diakuinya, topografi Malaka yang agak sulit sehingga belum semua rumah terpasang meteran listrik. Jaringan sudah masuk sampai ke daerah terpencil.
"Memang sebelumnya ada ungkapan bahwa tahun 2020 itu 75:00 artinya pada usia RI ke 75 tidak boleh ada lagi kampung yang gelap. Tapi kondisi daerah Malaka tidak bisa disamakan daerah lain maka baru sebagian yang terpasang listrik," jelas Remigius.
Mantan Camat Malaka Barat ini menegaskan bahwa untuk daerah yang belum terpasang listrik, pihaknya sudah berkoordinasi dengan GM PLN Wilayah NTT. Hasilnya, telah difasilitasi listrik masuk ke Desa Saenama dan Raesenawe, Kecamatan Rinhat.
"Jika ada yang belum terpasang itu karena covid19 sehingga kontraktor masih tunda. Untuk tahun 2020 ini juga Pemda sudah ajukan melalui pemda untuk pemasangan di Wemeda dan Raehane sebanyak 185 KK. Juga Kateri, Dusun Numbei dan Tualaran dalam waktu dekat dipasang listriknya," kata Remigius.
Dirinya optimis pada tahun 2021 seluruh desa di Malaka sudah terpasang jaringan listrik dan warga sudah bisa menikmati listrik 1x24 jam.
Solusi lain yang ditawarkan Pemda Malaka, kata manta Kadis Pertanian dan Perkebunan Belu ini adalah melalui dana ADD bisa pengadaan solarcell karena harga 1 unit Rp 27 juta. Nanti ditempatkan di lokasi strategis agar bisa dinikmati warga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/remigius-asa-kepala-bapeda-malaka-remigius-asa.jpg)