Kamis, 16 April 2026

Emil Dardak : Kita Sama-sama Ingin Sejahtera dan Kita Ingin Sejahtera Bersama - sama, Info

Kita tidak percaya kepada kompetisi makalah tetapi kita percaya kepada kolaborasi yang membuat kita menjadi sama - sama pemenang

Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi dan Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak sedang melihat pameran UMKM dalam kegiatan Misi Dagang Provinsi Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur, Senin (26/10/2020) 

Emil Dardak : Kita Sama - sama Ingin Sejahtera dan Kita Ingin Sejahtera Bersama - sama

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak, dalam kegiatan Misi Dagang Provinsi Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diselenggarakan pada Senin (26/10/2020) mengatakan, NTT dan Jatim sama - sama memiliki visi "Sejahtera).

"Sebagaimana tadi disampaikan oleh bapak Wagub NTT, sama - sama kita punya visi "Sejahtera". Kita ingin sejahtera, kita sama - sama ingin sejahtera, dan kita kita ingin sejahtera bersama - sama. Inilah sebabnya kita membangun persahabatan, persaudaraan agar kesejahteraan bisa kita raih bersama - sama" kata Emil.

"Kita tidak percaya kepada kompetisi makalah tetapi kita percaya kepada kolaborasi yang membuat kita menjadi sama - sama pemenang" lanjutnya.

Menurut Emil, misi dagang ini memang sebuah upaya karena NTT memiliki potensi yang luar biasa, begitu pula Jawa timur.

" Namun potensi ini tidak bisa maksimal kalau kita tidak saling berdagang. Ini merupakan salah satu hal yang benar - benar dirorong, bahkan oleh para ekonom dimasa lalu, mengatakan bahwa ada teori - teori seperti teori kumpulan komparatif kumpulan kompetitif yang mana tugasnya pada intinya setiap masyarakat akan lebih diuntungkan kalau terjadi perdagangan karena perdagangan memungkinkan kita untuk fokus kepada keunggulan kita masing - masing sehingga kita bisa memproduksi dengan lebih efisien" urainya.

Dengan luas wilayah yang hampir sama yakni kurang lebih 47 ribu kilometer persegi dan keindahan alam dari berbagai pulau di NTT, Emil meyakini bahwa NTT, The New Teritory of Tourism akan terwujud dengan kehadiran Jatim sebagai sahabat.

Emil melanjutkan, meski di NTT sudah ada pabrik semen, pembangunan di NTT akan perlu banyak semen, bisa dari Jatim atau dari daerah - daerah lain di pulau Jawa melalui pelabuhan - pelabuhan di Jatim.

" Banyak sekali peluangnya. Inilah sebabnya kami berharap bahwa walaupun masih pandemi kita jangan kemudian merasa pesimis terhadap masa depan kita, karena ini ibaratnya sugesti, kalau orang pesimis akan masa depan dia akan berhenti berkegiatan, berhenti belajar berhenti berinvestasi" ujar Emil.

Lanjut Emil, kalau hak itu terjadi, justru terjadi efek kebalikan dari bola salju. Kalau bola salju makin didorong makin besar tapi kalau ini makin didorong main kecil atau hilang.

Oleh karena itu, optomisme harus dibangun sehingga akan bisa keluar dari pandemi ini.

Dikatakan Emil, dibandingkan dengan awal merebaknya pandemi dibulan Maret, kita jauh lebih siap.

"Bukan untuk kita jumawa atau takabur tetapi maksudnya bahwa kita dalam kondisi, kan banyak yang mengatakan kok perintahnya berubah - ubah, awal - awal stay at home, di rumah saja jangan kemana - mana. Tetapi sekarang kita didorong untuk beraktivitas berwisata berdagang bersekolah dan lain sebagainya. Yang benar yang mana? Semua benar pada waktunya" paparnya.

Terkait peralatan penanganan Covid-19, Emil mengatakan, di Jawa timur sendiri kapasitasnya ada 53 mesin PCR. Setiap kabupaten / kota sudah memilikinya dan sudah bisa menguji empat ribu sampai lima ribu tes per hari.

"Saya yakin begitu juga di NTT, sudah jauh lebih baik, kita tidak bisa katakan sudah siap tapi lebih siap, tergolong lebih siap. Kalau kita bilang siap nanti kita takabur mendahului Yang Maha Kuasa tetapi kita lebih siap untuk menyelamatkan kesejahteraan kita bersama menyelamatkan kesejahteraan bersama dengan menjaga ritme ekonomi" ungkapnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved