Renungan Harian Katolik

Baik - Iri - Munafik

Ya Yesus, bantulah kami untuk sanggup meneladani-Mu. Mengutamakan kemanusiaan di saat kami harus melakukan perbuatan baik

Editor: Agustinus Sape
Dok Pribadi
RD Frid Tnopo 

Renungan Harian Katolik, Senin 26 Oktober 2020
Baik - Iri - Munafik ((Lukas, 13:10-17)

Oleh: RD. Frid Tnopo

POS-KUPANG.COM - Kebaikan sering kali menimbulkan iri hati. Ini mengherankan. Seharusnya kebaikan didukung untuk semakin bertambah-tambah.

Rasionya: semakin bertambah-tambah kebaikan semakin damailah dunia ini. Namun sayangnya, iri hati selalu tampail bagaikan belati yang memotong setiap perbuatan baik yang mau tumbuh. Nyatanya, kita selalu tidak damai.

Terkadang iri hati tampil dengan wajah yang begitu rasional. Alih-alih mempertahankan aturan atau norma, tetapi mengerdilkan perbuatan baik yang tampil menyokong kemanusiaan. Padahal aturan dan kemanusiaan tidak saling bertentangan.

Dalam hidup bersama, aturan sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan hidup di antara manusia dan tidak dimaksudkan untuk menjadikan kita robot, hidup seolah-olah hanya digerakkan oleh aturan dan hukum sekalipun menindas kemanusiaan.

Yesus menyembuhkan seorang perempuan yang sudah delapan belas tahun dirasuki roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak lagi berdiri dengan tegak. Yesus menyembuhkannya persis pada hari sabat. Karena hari sabat yang terganggu kesuciannya inilah, membuat kepala rumah ibadat gusar. Ia tampil sebagai penjaga norma hari sabat dan memprotes perbuatan baik Yesus.

Motivasi terdalam dari kepala rumah ibadat memprotes, sebenarnya bukan karena aturan hari sabat yang dilanggar, tetapi karena iri hati kepada Yesus. Karena itu, Yesus bilang munafik. Lembu dan keledai saja dilepaskan pada hari sabat dan dibawa ke tempat minum, apalagi ini seorang manusia. Aturan itu tidak melawan kemanusiaan, tetapi pemimpin agama Yahudi telah membalikkannya dengan mengekang kemanusiaan secara hakiki.

Mengapa mereka iri? Pertama, karena mereka sadar bahwa mereka lemah dan lama-kelamaan pamor mereka akan jatuh di bawah pengaruh Yesus.

Kedua, karena insting rimbalah yang mendominasi mereka. Hidup adalah persaingan dan penaklukan terus-menerus.

Dua hal inilah yang membuat mereka sering melakukan tiga hal sekaligus dalam diri mereka: baik –iri – munafik.

Yesus tampil untuk segera merombak cara pikir dan laku yudaisme itu. Yesus menyuguhkan hukum baru yang lebih mengutamakan kemanusiaan dan kesetaraan di depan hukum. Yesus mau menunjukkan bahwa kebaikan itu tidak mendiskreditkan manusia, melainkan merangkul seraya memprioritaskan yang lebih membutuhkan. Inilah yang patut kita teladani.

DOA: Ya Yesus, bantulah kami untuk sanggup meneladani-Mu. Mengutamakan kemanusiaan di saat kami harus melakukan perbuatan baik walapun berlawanan dengan tantanan norma yang dipasang oleh lembaga-lembaga manusia. Amin.

NONTON JUGA VIDEO BERIKUT:

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved