Breaking News:

Anggota DPRD NTT Kutuk Penyiksaan Anak di Loura Sumba Barat Daya, Info

mengritik keras cara-cara tidak berperikemanusiaan yang dilakukan saat menyiksa (menghukum) seorang remaja

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
Pos kupang.com/oby lewanmeru
Sekretaris Fraksi PKB DPRD NTT, Ana Waha Kolin,S.H 

Anggota DPRD NTT Kutuk Penyiksaan Anak di Loura Sumba Barat Daya, Info

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Anggota Komisi V DPRD NTT, Ana Waha Kolin mengritik keras cara-cara tidak berperikemanusiaan yang dilakukan saat menyiksa (menghukum) seorang remaja di Desa Letekonda, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT. 

Waha Kolin bahkan mengutuk tindakan yang dinilainya telah masuk kategori tindakan yang biadab. 

"Ini penyiksaan yang sangat keji. Ini sudah diluar batas perikemanusiaan. Sebagai anggota DPRD saya mengutuk keras tindakan biadab ini," kata Waha Kolin kepada POS-KUPANG.COM, Minggu (25/10). 

Politisi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini meminta aparat penegak hukum untuk mendalami dan menindak tegas para pelaku. 

Dalam video penyiksaan yang diterima POS-KUPANG.COM, tampak seorang remaja, Mario Mardinat Riti (17) disiksa dengan cara digantung dengan posisi kaki ditekuk di bale-bale dengan kepala terbalik ke bawah hingga menyentuh tanah. 

Tampak di sekitar lokasi para orang tua dan beberapa anggota berseragam loreng duduk dan membicarakan sesuatu. Banyak warga tampak menonton di sekitar lokasi. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun POS-KUPANG.COM, orang tuanya, Yuliana Dairo Malo dan Paulus Sering Bulu merupakan tenaga kerja yang kini bekerja di Malaysia. 

Ama, salah satu kerabat korban yang dihubungi dari Kupang mengaku korban sudah berada di rumah. Korban memang sempat dilarikan ke rumah sakit. Ia mengaku, keluarga bahkan tidak mengetahui perihal penyiksaan itu.

"Kami tidak tahu kejadiannya, kami juga baru kaget setelah dapat video," katanya. 

Baca juga: Jadwal dan Link Live Streaming TVRI Belajar dari Rumah, Senin 26 Oktober 2020

Baca juga: Di Sikka, Tak Diterima Anaknya Dipukul Hingga Masuk Got, Bapak Ini Lapor Polisi

Baca juga: Anggota DPRD Kabupaten Sikka Ini Angkat Bicara Laka Renggut Dua Nyawa di Lampu Merah Tugu Mof

Menurut Ama, saat ini, korban dalam kondisi belum bisa untuk berkomunikasi dengan keluarga. (Laporan wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong ) 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved