Berita Betun Hari Ini
Rumahnya Dibedah Yosep Leky Seran Terima Kasih Kepada TNI
Yosep Leky Seran dan Martinus Seran merupakan dua KK dari 8 KK di Desa Umatoos yang rumahnya dibedah
POS-KUPANG.COM | BETUN - Yosep Leky Seran dan Martinus Seran merupakan dua KK dari 8 KK di Desa Umatoos yang rumahnya dibedah. Kepolosan kedua lelaki paruh baya ini menceritrakan kondisi rumah mereka.
Yosep Leky Seran didampingi anaknya, Maria Nelde Hoar di RT 2/RW 1, Dusun B, Desa Umatoos B, menyampaikan terima kasih dan bangga kalau rumahnya dibedah oleh TNI dan kini dia bersama keluarga bisa tinggal dengan aman dan nyaman.
"Rumah ini awalnya bebak dan sangat memprihatinkan. Waktu ada TMMD ini, pak TNI datang sampaikan kalau mereka mau rehap. Selama seminggu dikerjakan, akhirnya selesai dan kami sudah tinggal. Kami hanya bisa ucapkan terma kasih buat Pak TNI," ujar Yosep menggunakan bahasa setempat dan diterjemahkan Maria Nelde Hoar.
Baca juga: 1.658 Unit Rumah MBR di Manggarai Dapat Pemasangan Listrik Gratis
Ceritra yang samapun disampaikan Martinus Seran. Dikatakan Martinus bahwa rumah yang ditempatinya merupakan warisan dari kedua orangtua. Sejak dia masih usia sekolah sampai berkeluarga, rumahnya tidak pernah diperbaiki.
"Kami tidak punya uang untuk rehap. Kalau musim hujan atap bocor jadi kami tidur setengah mati. Saya pernah perbaiki waktu merantau ke Kupang cari uang. Sejak itu sampai sekarang tidak bisa ganti atap dan dinding bebak (pelepah)," tutur Martinus.
Dirinya sangat bersyukur dengan adanya TMMD di Desa Umatoos, TNI berbaik hati membantu membedah rumah yang kondisinya sudah reyot menjadi lebih baik untuk dihuni.
Baca juga: TMMD Membawa Secercah Harapan Buat Warga di Perbatasan RI-RDTL
"Saya ucapkan terima kasih buat Bapak TNI yang pilih rumah saya juga untuk diperbaiki. Saya mengharapkan kalau besok-besok ada TMMD lagi, Bapak-Bapak TNI bisa bantu perbaiki lagi rumah warga di Umatoos karena masih banyak yang kondisinya rusak berat," ujar Martinus.
Ungkapan kepolosan hati dari Yosep dan Martinus mewakili sekian KK di perbatasan RI-RDTL yang kondisi rumah mereka jauh dari harapan. Program TMMD setidaknya memberi harapan baru buat warga kurang mampu.
Bagi Martinus dan Yosep, kehadiran TNI telah membawa kesejukkan hati buat warga. Bukan saja rumah yang dibedah. Jalan setapak yang saban tahun rusak berat diratakan.
Pelaksanaan TMMD ke 109 Tahun Anggaran 2020 secara serentak di seluruh Indonesia. Tak terkecuali di wilayah lingkup kerja Kodim 1605/Belu-Malaka dibawa Korem 161/ Wira Sakti Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT).
Sebulan penuh TMMD dilaksanakan. Terhitung dari tanggal 22 September-21 Oktober 2020. Khusus di wilayah kerja Kodim 1605/Belu-Malaka, TMMD dipusatkan di Desa Umatoos, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka.
Menyebut Kabupaten Malaka tentu banyak yang bertanya dimana letaknya. Bahkan nama Malaka inipun membuat Mendagri, Tito Karnavian terheran-heran ketika melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Belu, NTT beberapa waktu lalu.
Keheranan Mendagri, Tito sangat beralasan. Sepengetahuannya, Malaka cuma berada di semenanjung antara Pulau Sumatera dan Malaysia. Ternyata di NTT ada Malaka, terletak di perbatasan RI-RDTL. Sejenak melupakan kesan Mendagri.
TMMD 109 tahun 2020, agak berbeda situasinya jika dibandingkan TMMD terdahulu. TMMD kali ini ibarat kata pepatah "Bagai Buah Simalakama".
Apa pasalnya. Kegiatannya dihadapkan dengan pandemi Covid19.
Tidak dilaksanakan tapi sudah terprogram. Dilaksanakan bisa muncul kluster baru. Namun, karena berkat kedisiplinan antara prajurit TNI dan warga di lapangan menaati protokoler kesehatan, seluruh proses kegiatan yang terencana secara matang dilalui dengan aman dan sukses.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/tmmd-membawa-secercah-harapan-buat-warga-di-perbatasan-ri-rdtl.jpg)