Senin, 20 April 2026

Soal Uang Hilang Rp 250 Juta, Bupati Ende : Usut Biar Jelas!

Uang tunai senilai 250 juta rupiah milik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) hilang.

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ORIS GOTI.
Bupati Ende Djafar Achmad di Hotel Dwi Putra Ende, Kamis (15/10/2020). 

Soal Uang Hilang Rp 250 Juta, Bupati Ende : Usut Biar Jelas!

POS-KUPANG.COM | ENDE -- Bupati Kabupaten Ende Djafar Achmad menghendaki agar kasus uang hilang 250 Juta Rupiah milik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ende, diusut tuntas oleh pihak kepolisian.

"Kita serahkan pada polisi. Biar diusut saja ...biar jelas....," ungkap Bupati Djafar via
Whatsapp saat diminta tanggapannya terkait kasus uang hilang tersebut, Jumat (23/10/2020).

Bupati menyesalkan, uang tersebut diambil dari Bank NTT Cabang Ende tanpa pengawalan pihak keamanan.

Seharusnya pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ende meminta polisi kawal. "Uang segitu banyak tidak minta pengawalan....," ungkapnya.

Hingga saat ini belum ada titik terang terkait kasus uang hilang tersebut. Kasatreskrim Polres Ende, AKP Lorensius SH, kepada POS-KUPANG.COM di Polres Ende, Kamis (22/10/2020) mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan.

Sebelumnya diberitakan POS-KUPANG.COM, Uang tunai senilai 250 juta rupiah milik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) hilang.

Informasi tersebut diperoleh POS-KUPANG.COM, Rabu (21/10/2020) dari Bendahara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Fandi Mari.

Fandi ditemui POS-KUPANG.COM usai dirinya melaporkan kepada pihak Polres Ende terkait uang yang hilang tersebut.

Fandi mengaku ia diperintahkan oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Ende untuk mengambil uang tersebut di Kantor Bank NTT cabang Ende.

Rabu (21/10/2020) pagi, Fandi pergi sendirian ke Bank NTT menggunakan mobil Avansa warna hitam untuk mengambil uang senilai 250 juta tersebut.

Pulang dari Bank NTT, kata Fandi, dirinya tidak langsung ke kantornya, tetapi mampir di salah satu rumah makan untuk makan siang.

Rumah makan tersebut beralamat di Jl. Kelimutu, depan PT. Telkom Kelurahan Potulando, Kecamatan Ende Tengah.

"Pulang dari Bank NTT, saya mau pergi makan di dekat Masjid Raya, tapi karena full lalu saya pergi makan di depan Telkom," ujarnya.

Setelah makan, Fandi kembali ke mobil. Fandi terkejut tas yang berisi uang 250 tersebut tidak ada lagi di dalam mobil. Ia pun bergegas ke Polres Ende untuk melaporkan kejadian tersebut.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved