Renungan Harian Katolik
Bijak Melihat Hidup
Salah satu pemicu sulitnya interaksi sosial dengan sesama adalah karena keegoisan diri kita dalam melihat sesama sebagai saudara.
Renungan Harian Katolik, Jumat 23 Oktober 2020
BIJAK MELIHAT HIDUP (Efesus: 4:1-6; Lukas: 12:54-59)
Oleh: RD. Hironimus Nitsae
POS-KUPANG.COM - Kita terlahir sebagai pribadi yang juga diberi kemampuan untuk berinteraksi. Salah satu interaksi yang sederhana tapi juga sulit adalah dengan sesama kita sebagai manusia. Salah satu pemicu sulitnya interaksi sosial dengan sesama adalah karena keegoisan diri kita dalam melihat sesama sebagai saudara.
Kisah injil hari ini dengan tegas mengatakan pada kita soal kecenderungan yang ada pada diri kita. Dengan kemampuan dan perkembangan IPTEK, kita dapat membaca tanda-tanda zaman (jauh sebelumnya juga sudah dibicarakan di zaman Yesus), tetapi kita sulit membaca dan atau memahami tanda-tanda zaman.Risikonya adalah malapetaka selalu menghantui kehidupan kita.
Pemahaman di sini adalah terkait dengan membaca tanda zaman. Membaca tanda zaman berarti lebih mengarah pada kebijaksanaan sosial dalam kaitan dengan relasi sosial di antara satu dengan yang lain.
Kita ini tetap terbatas sebagai manusia. Kita butuh orang lain. Sebagaimana juga orang lain membutuhkan kita. Maka salah satu point yang dapat digali lebih jauh adalah tentang berdamai dengan orang lain terlebih dengan diri sendiri untuk memberi ruang bagi sesama jika kita berhadapan dengan konflik sosial.
Kita diajar dan diajak untuk menjadi pribadi yang lebih rendah hati dan bijak melihat hidup dan masa depan sebagai bagian dari usaha kita mengimani dan mengamini Tuhan dalam tiap perjalanan hidup yang diberi kepada kita.
Tuhan, jadikanlah kami pribadi yang mau menerima keterbatasan diri untuk terbuka bagi masa depan yang lebih baik di dalam Dikau.
SIMAK JUGA VIDEO BERIKUT:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/hironinus-nitsae-rd_03.jpg)