Breaking News:

ASN Setubuhi Anak Dibawah Umur

Polres TTU Terima Adanya Oknum ASN Setubuhi Anak Dibawah Umur

Polres TTU terima adanya oknum ASN yang melakuka persetubuhan anak dibawah umur

POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kasat Reskrim Polres TTU, AKP. Sujud Alif Yulamlam, S.Ik 

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Kasat Reskrim Polres Timor Tengah Utara ( Polres TTU) AKP Sujud Alif Yulamlam membenarkan bahwa pihaknya sudah menerima laporan terkait kasus persetubuhan anak dibawah umur yang diduga dilakukan seorang ASN.

Dijelaskannya, kasus tersebut dilaporkan ke Polres TTU setelah pelapor dan ibu korban melakukan tes kehamilan kepada korban dan hasilnya positif hamil.

"Benar ada laporan kasus persetubuhan anak dibawah umur yang diduga dilakukan oleh oknum ASN dari keluarga korban. Kasus baru dilaporkan tadi," ungkap Kasat Reskrim Polres TTU, AKP. Sujud Alif Yulamlam kepada Pos Kupang melalui WhatsApp, Minggu (18/10/2020).

Baca juga: Simak Pengakuan Ibu Muda Bunuh Bayi Kandung di Ende, Sering Alami Tekanan dari Keluarga

Atas laporan tersebut, ungkap Sujud, pihaknya langsung lakukan pemeriksaan baik kepada korban maupun juga kepada pelaku. "Sementara masih dalam proses pemeriksaan," ungkap Sujud.

Diberitakan sebelumnya, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang selama ini bekerja di lingkungan pemerintahan daerah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) diduga melakukan persetubuhan terhadap anak dibawah umur.

Baca juga: Sampaikan Kabar Perawatan, Gugus Tugas Covid-19 Manggarai Timur Sambangi Keluarga MYS

ASN yang berinisial BN, asal Desa Noemuti, Kecamatan Noemuti tega melakukan persetubuhan terhadap korban berinisial YDH (13) yang merupakan seorang pelajar di Kefamenanu.

Akibat dari perbuatan pelaku, korban dinyatakan positif hamil. Karena dinyatakan positif hamil, keluarga korban pun langsung melaporkan kasus tersebut ke Mapolres TTU.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini menyebutkan bahwa, kasus tersebut terungkap ketika pada, Sabtu (17/10/2020), sekira pukul 07:00 Wita, pelapor berinisial SKM diberitahu oleh adiknya EF, jika anaknya YDH tengah hamil.

Untuk mengecek dan memastikan kebenaran terkait dengan informasi kehamilan tersebut, pelapor dan ibu korban langsung membeli alat tes kehamilan.

Setelah pelapor dan ibu korban membeli alat tes kehamilan, kedua langsung melakukan tes kehamilan kepada korban. Berdasarkan hasil tes, korban dinyatakan positif hamil.

Karena positif hamil, korban pun mengakui kepada pelapor dan sang ibu, bahwa pelakunya berinisial BM lah yang menyetubuhinya sebanyak dua kali, dimana pada kali pertama dilakukan sekira bulan September 2020 dan kali kedua dilakukan tanggal 17 Oktober 2020 di kediaman pelapor.

Tak terima dengan perbuatan pelaku, pelapor SKM yang adalah kakak dari ibu korban mendatangi Mapolres TTU untuk melaporkan kasus amoral tersebut supaya diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved