Laut China Selatan Memanas Lagi, China Panik Siap Perang, Armada ke-7 US Navy Masuki Pasifik Selatan
Setelah sekian lama tenang, kawasan Laut China Selatan kembali memanas. Iring-iringn kapal perang Amerika memasuki Pasifik Selatan dan mengarah ke Lau
Laut China Selatan Memanas Lagi, China Panik Siap Perang, Armada ke-7 US Navy Masuki Pasifik Selatan
POS KUPANG.COM -- Setelah sekian lama tenang, kawasan Laut China Selatan kembali memanas. Iring-iringn kapal perang Amerika memasuki Pasifik Selatan dan mengarah ke Laut China Selatan atau LCS
China yang kerap menunjukan kekuatannya di kawasan sengekat itu pun pani, isyarat perang pun disampaikan kepada semua prajuritnya untuk menghadapi kekuatan militer terbesar di dunia itu
Kelompk Armada ke-7 US Navy menjadi keberadaan paling tidak diinginkan oleh PLA Navy China.
Sebab Armada ke-7 ini mempunyai kekuatan super power sebagai sebuah angkatan perang mandiri yang berada jauh dari induk pasukannya di Norfolk, Amerika Serikat (AS).
Bermarkas di Yokosuka, Jepang, Armada ke-7 merupakan momok utama bagi China karena bisa menyerbu Beijing sewaktu-waktu jika diperintahkan.
Kemudian Armada ke-7 juga sering melakukan pelayaran agresif di Selat Taiwan untuk mengejek PLA Navy yang tak mampu berbuat apa-apa di sana.
Baca juga: Sarita Abdul Mukti Bersyukur Faisal Harris Tak Sudi Akui Anak Sulungnya,Pernah Nikah denganBerondong
Baca juga: Gading Marten Bongkar Saat Bertengkar Hebat dengan Gisel, Sampai Lari ke New York ,Tak Sangka Cerai
Baca juga: Hari ini, Nikita Willy dan Indra Priawan Langsungkan Akad Nikah,Mereka akan Berpakaian Adat Minang
Laut China Selatan yang belakangan adem sempat memanas Jumat (9/10) pekan lalu, setelah kapal perusak Amerika Serikat (AS) USS John S. McCain memasuki perairan Kepulauan Paracel yang China klaim sebagai miliknya.
China menyebut Kepulauan Paracel dengan nama Kepulauan Xisha. Gugusan pulau ini juga Vietnam klaim sebagai milik mereka.
Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) menyatakan, kehadiran USS John S. McCain di perairan Kepulauan Paracel pada Jumat pekan lalu tanpa persetujuan China.
"Diperingatkan serta diberitahu untuk pergi oleh Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat," kata Kolonel Senior Zhang Nandong, juru bicara Komando Teater Selatan PLA, seperti dikutip Global Times.
Menurut Zhang, AS sering mengirim kapal perang ke Laut China Selatan untuk melenturkan ototnya dan meningkatkan kehadirannya di wilayah tersebut, yang secara serius melanggar kedaulatan dan kepentingan nasional China.
"Dan, merusak perdamaian dan stabilitas regional," tegas Zhang yang menyebutkan, perilaku AS tersebut adalah pelayaran yang terang-terangan hegemoni dan provokasi militer
Mengambil tindakan yang diperlukan
Zhang pun mendesak AS untuk menghentikan provokasi semacam itu, dan secara ketat mengatur tindakan Angkatan Laut dan Angkatan Udaranya untuk menghindari peristiwa yang tidak terduga.
"Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat akan selalu waspada dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga kedaulatan nasional dan perdamaian serta stabilitas regional," ungkap dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/armada-laut-amerika-di-luat-china-selatan.jpg)