Minggu, 19 April 2026

Produksi Ikan Turun Drastis, Ini Harapan Bupati Ende Djafar Achmad

Jumlah produksi ikan turun drastis, ini harapan Bupati Ende Djafar Achmad

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ORIS GOTI.
Bupati Ende Djafar Achmad di Hotel Dwi Putra Ende, Kamis (15/10/2020). 

Jumlah produksi ikan turun drastis, ini harapan Bupati Ende Djafar Achmad

POS-KUPANG.COM | ENDE - Produksi ikan atau hasil tangkap ikan di Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur ( NTT) turun drastis.

Hal itu disampaikan Sardin, selaku Kepala Bidang Pengembangan Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Ende, kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (15/10/2020).

Sardin mengatakan, hasil tangkapan turun drastis pasca musibah bencana alam yang terjadi pada Maret 2020 hingga puncaknya pada Mei 2020 yang mengakibatkan 102 rumpon nelayan hanyut diterjang gelombang deras.

Baca juga: Pemkot Kupang Tertibkan Batas Wilayah Antar Kelurahan

Menurutnya pasca bencana alam tersebut hasil tangkapan di Ende hingga saat ini hanya mencapai 1.160 ton.

Dia katakan, bantuan rumpon untuk para nelayan yang terkena musibah bencana alam akan dialokasikan melalui Dana Insentif Daerah (DID) Tahun Anggaran (TA) 2020.

Sementara itu Bupati Ende Djafar Achmad diwawancarai POS-KUPANG.COM mengatakan, benar ada ada kejadian alam yang mengakibatkan ratusan rumpon hanyut.

Baca juga: Waspadai Oknum Yang Tidak Bertanggung Jawab Saat Seleksi Casis TNI

"Perlu digarisbawahi bahwa saat ini kita sudah adakan hampir sekitar seratus rumpon. Sebelum Natal mudah-mudahan produksi ikan naik," ungkapnya.

Farid Numba ketua Yayasan Ate Sare (Ate Sare: yayasan yang bergerak mendampingi para nelayan) saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, di kediamannya, Selasa (13/10/2020), mengatakan selama ini suplay ikan di Ende, terbesar dari 102 rumpon yang telah hanyut tersebut.

"Rumpon ini mata pencaharian dan sumber ikan. Suplay ikan di Kota Ende, Pulo Ende ini sumbernya dari rumpon-rumpon itu," ungkapnya.

Menurut Farid, ketika rumpon itu hanyut, maka para nelayan kehilangan pendapatan. Tidak hanya itu, suplay ikan pun dari luar Ende dan harga ikan meningkat.

"Sudah harga ikan meningkat, kualitas ikan berbeda. Artinya kita mendiskriminasi karena sama-sama laut, tapi kan pemahaman yang konsumsi, oh ikan Ende jauh lebih baik dari pada yang dari luar," ungkapnya.

Farid mengatakan, para nelayan yang kehilangan rumpon tersebut tersebar di beberapa wilayah, antara lain, Kecamatan Pulo Ende, Ende Selatan, Ndori dan Maukaro. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved