Breaking News:

TRIBUNWIKI

TRIBUNWIKI : Mencari Ketenangan di Pantai Kelapa Enam Larantuka

panorama pantai berbatu karang yang indah dan hamparan laut di antara Pulau Flores dan Adonara menjadi daya tarik yang tak terlupakan.

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RICARDUS WAWO
Andri Atagoran, salah satu pengunjung sedang menikmati keindahan di salah satu sudut Pantai Kelapa Enam, Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Sabtu (3/10/2020) petang. 

Mencari Ketenangan di Pantai Kelapa Enam Larantuka

POS-KUPANG.COM|LARANTUKA--Pantai Kelapa Enam kini menjadi salah satu pilihan lokasi wisata di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur. Tak hanya sajian kuliner lokal yang khas, Pantai Kelapa Enam yang cuma berjarak satu kilometer dari Kota Larantuka ini juga menyajikan pemandangan alam yang sangat memanjakan.

Angin sepoi-sepoi, panorama pantai berbatu karang yang indah dan hamparan laut di antara Pulau Flores dan Adonara menjadi daya tarik yang tak terlupakan.

Pantai Kelapa Enam dikelola oleh Valentinus S Suban Lein sebagai General Manajer, Sekretaris Lusia Lilis Riberu dan manajemen pemasaran Florida Koten.

Setiap hari mereka selalu menawarkan berbagai makanan lezat dan minuman khususnya ikan bakar, ayam dankot, rumpu rampe, lawar khas Lamaholot, Jagung Titi, Es Kelapa Muda, Wedang Jahe, dan kopi Flores.

Terdapat berbagai fasilitas penunjang seperti toilet umum, tempat parkir yang cukup luas, spot-spot foto, lopo, pojok baca serta area bermain bagi anak-anak. Rencananya tempat wisata Kelapa Enam juga menyediakan lokasi pertemuan dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Lokasi Pantai Kelapa Enam buka bagi pengunjung setiap hari mulai pagi sampai malam hari.

Andri Atagoran, salah satu pengunjung, langsung terpesona ketika pertama kali menginjakan kaki di kawasan Pantai Kelapa Enam. Selama beberapa saat dia tampak menyusuri pesisir pantai sembari membuang pandangan ke arah lautan.

Sore itu, Sabtu, 3 Oktober 2020, matahari sudah banyak condong ke barat. Laut tampak surut meninggalkan hamparan batu karang berwarna hitam. Tak banyak pengunjung di sana. Deretan lopo, bangku dan meja berbahan dasar kayu dan bambu juga memberi warna tersendiri.

Andri Atagoran, salah satu pengunjung yang menikmati ketenangan di sana.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved