Area Publik Kota Ende Mulai Ditutup, Ini Komentar Warga

Untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ende beberapa area publik di Kota Ende mulai ditutup

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Jazilul Wafaid Wakil Ketua MPR RI dan Bupati Ende Djafar Achmad saat memantau Taman Renungan Bung Karno di Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa (28/7/2020). 

POS-KUPANG.COM | ENDE - Untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ende beberapa area publik di Kota Ende mulai ditutup.

Kadis PU Kabupaten Ende, Frans Lewang kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (2/10/2020) mengatakan, penutupan area publik atas permintaan dari pihak Satuan Polisi Pamong Praja Ende.

Menurutnya, sejauh ini baru dua area publik yang ditutup, antara lain Taman Renungan Bung Karno dan Taman Simpang Lima.

Pemkab Malaka Dapat Reward Atas Prestasi WTP dari Pempus DID Senilai Rp 39, 9 Miliar

Dia katakan, dua lokasi ini paling berpotensi berkumpul banyak orang sehingga untuk sementara ditutup. "Yah kapan diminta buka pagi, kita tinggal buka," ungkapnya.

Engky, salah seorang warga kepada POS-KUPANG.COM, mengaku setuju dengan penutupan beberapa area publik, namun ia berharap area publik yang terkait dengan kegiatan ekonomi jangan ditutup.

"Yah kalau misalnya pasar, tempat belanja, janganlah. Kan kasihan pedagangnya, tentu pembeli juga kewalahan. Kalau di Kota besar kan serba online bisa, nah kita di sini susah," ungkapnya.

2 Pasien Covid-19 di Sikka Sudah Dijemput dan Jalani Isolasi

Menurutnya, selain penutupan beberapa area publik, Pemda Ende juga perlu meningkatkan pengawasan arus masuk keluar di Bandara maupun pelabuhan.

Menurutnya, potensi penyebaran Covid-19 paling besar berasal dari para pelaku perjalanan. "Jadi sebenarnya begini. Covid-19 ini tidak tumbuh sendiri di Ende. Sebaiknya pemerintah awasi betul pelaku perjalanan," ujarnya.

Yanti, salah seorang mahasiswi di Kota Ende, mengaku sebaiknya Pemda Ende mewajibkan semua petugas di area publik untuk awasi pengunjung sehingga tertib protokol kesehatan.

Menurutnya, jika satu atau dua tempat ditutup maka warga akan cari tempat lain. "Terus mau ditutup semua tentu tidak mungkin. Lebih baik kita perketat soal protokol kesehatan," ungkapnya.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Jumat (2/10/2020), Taman Simpang Lima tampak sepi. Terlihat ada tanda larang agar pengunjung tidak masuk ke area taman.

Demikian pula di Taman Renungan Bung Karno. Namun para pengunjung justru duduk berderet di area pelataran Lapangan Pancasila dekat Taman Renungan Bung Karno. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved